Istri Abdi Negara, Benteng Suami dari Perilaku Koruptif dan Laten Korupsi

Ketua KPK RI (2019-2023)
Tulisan dari Firli Bahuri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rabu 5 Agustus 2020, kita peringati sebagai Hari Dharma Wanita Persatuan, yang pada 46 tahun yang lalu, para pendamping aparatur negara saat itu memiliki kesamaan visi, yaitu mendukung tugas suami sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, di manapun mereka berada.
Sebuah visi yang sangat sederhana namun sarat makna karena banyak kisah dan nilai luhur tentang sebuah pengorbanan, kesetiaan, keikhlasan, serta keteguhan.
Naluriah asah, asih, dan asuh yang menjadi sifat seorang istri yang mendidik, mencintai, serta membina keluarga menjadi kewajiban yang melekat dalam keseharian selama hidup di dunia.
Seseorang yang memiliki peran penting untuk mengajarkan serta menanamkan integritas dan akhlak yang baik kepada keluarganya, dengan nilai-nilai ketuhanan, agama dan kemanusiaan, kejujuran, kegigihan, keberanian, keadilan, dan tanggung jawab yang tinggi menjadi karakter pada suami dan anak-anaknya.
Karakter itulah yang dibutuhkan negeri ini untuk dapat lepas dan bebas dari berbagai persoalan mendasar bangsa, seperti perilaku koruptif dan penyakit korupsi yang telah berurat akar di republik ini.
Meskipun demikian, nila setitik dari perilaku 'mereka', tidak serta merta dapat merusak kemurnian kepribadian dan naluriah asah, asih dan asuh, jutaan wanita Indonesia lainnya.
Saya memandang perlu penguatan dari eksternal keluarga, sebagai benteng untuk menghalau masifnya godaan korupsi yang mencoba merasuk dari semua lini.
Atas dasar itulah, KPK membuat program dan gerakan masyarakat antikorupsi yang melibatkan wanita, salah satunya Saya Perempuan Anti-Korupsi (SPAK) yang berbasis pendekatan keluarga, dengan melatih ribuan wanita sebagai motor penggerak di 34 provinsi di Indonesia.
Mungkin sudah menjadi kodrat atau sifat alami kaum Hawa khususnya ibu-ibu yang senang berkumpul untuk berbagi cerita, menceritakan isi hatinya (curhat) kepada sesama, termasuk berbagi pesan dan cerita betapa destruktifnya perilaku koruptif dan laten antikorupsi bagi diri sendiri, keluarga, bangsa dan negara.
Gerakan ini adalah salah satu dari program Strategi Pemberantasan Korupsi KPK melalui pendekatan pendidikan masyarakat, untuk membentuk mindset dan culture-set segenap elemen dan anak bangsa agar terbebas dari perilaku koruptif dan laten korupsi.
Ada istilah, di balik suami yang hebat ada istri hebat yang mendukungnya. Saya menilai istilah itu benar adanya karena andil seorang istri sangat menentukan langkah suaminya.
Saya telah melihat dan merasakan sendiri andil besar, pengorbanan, kesetiaan dan ke-ikhlasan seorang istri dalam kehidupan saya, mulai dari ibu hingga istri tercinta.
Semoga wanita-wanita Indonesia dapat menjadi seorang istri seperti kata Bung Haji Rhoma Irama dalam lirik lagunya, "Hanya istri soleha yang menjadi perhiasan dunia, Hanya isteri yang beriman bisa dijadikan teman, dalam tiap kesusahan, selalu jadi hiburan."
