Konten dari Pengguna

Generasi Stroberi yang Banyak Ide Kreatif, tapi Baperan

Firlie Najah Salamah

Firlie Najah Salamah

Mahasiswa Antropologi Universitas Airlangga

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Firlie Najah Salamah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Stroberi kolaborasi Hyoshii Farm dan petani Lembang. Foto: Dok. Hyoshii Farm
zoom-in-whitePerbesar
Stroberi kolaborasi Hyoshii Farm dan petani Lembang. Foto: Dok. Hyoshii Farm

Mengapa dikatakan generasi stroberi? Karena generasi muda saat ini belum sepenuhnya mampu memenuhi komponen dari karakter ideal yang dibutuhkan dalam menopang kemajuan dan keberhasilan, mereka memiliki banyak ide kreatif namun mudah putus asa dan mudah baperan atau sakit hati.

Generasi stroberi menggambarkan buah stroberi yang indah namun mudah rapuh dan hancur apabila dipijak, tutur Edward yang dijelaskan dalam artikelnya di Ketik News. Kelahiran generasi stroberi dipengaruhi oleh berbagai faktor. Pola asuh orang tua dalam mendidik dan membesarkan anaknya menjadi salah satu faktor seorang anak menjadi generasi tersebut.

Menurut seorang penulis yang bernama Prihatina dalam artikelnya yang berjudul Generasi Strawberry, orang tua cenderung membesarkan anaknya dengan kehidupan yang sejahtera.

Sebagian besar orang tua juga memiliki kekhawatiran dan larangan berlebihan yang membuat anak mereka tumbuh sebagai anak yang penakut, lemah, dan lembek. Pola asuh yang tidak tepat berpotensi mengembangkan anak sebagai individu berkepribadian lemah secara mental maupun fisik.

Generasi stroberi juga dibentuk oleh pola asuh orang tua yang sangat gemar menuntut anak, yaitu pola asuh yang otoriter. Di sisi lain, pola asuh tersebut juga mendorong anak untuk melakukan tindakan negatif, karena banyak tuntutan malah akan membuat anak melanggar hal-hal yang dilarang oleh orang tuanya.

kumparan getaway di Kebun Stroberi, Sembalun. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Pada dasarnya, setiap orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Namun, orang tua tidak seharusnya memanjakan anak dengan berlebihan. Memanjakan anak dengan berlebihan akan menjadikan anak terbiasa untuk hidup mewah dan bergantung pada orang lain.

Dengan adanya kecenderungan pola asuh tersebut akan membentuk anak menjadi bagian dari generasi stroberi. Untuk menghindari hal tersebut terdapat beberapa solusi yang bisa diterapkan dalam mendidik anak-anak masa kini atau generasi Z.

Solusi guna meminimalisasi anak menjadi generasi stroberi di antaranya membangun mental, berikan kepercayaan kepada anak untuk mengerjakan tanggung jawab yang mampu membuatnya belajar dan meng-upgrade diri.

Dengan begitu, anak merasa berkontribusi dan merasa berharga, melatih anak untuk mengambil keputusan, selalu memahami kondisi anak. Keterampilan orang tua dalam mendidik generasi Z guna agar orang tua dapat memahami karakteristik anak.

Hal ini dikarenakan generasi Z adalah generasi yang tumbuh di zaman yang semakin modern. Dan, mereka berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya.