Buah Dewandaru: Buah Eksotis Dan Simbolik Yang Kaya Nutrisi

Dosen Universitas Andalas
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Firsta Ninda Rosadi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Buah dewandaru (Eugenia uniflora), yang juga dikenal sebagai ceremai Belanda atau pitanga, berasal dari Amerika Selatan, terutama dari wilayah Brasil, Suriname, Paraguay, dan Uruguay. Di Indonesia, terutama dalam tradisi Jawa, buah ini sering dikaitkan dengan mitos dan legenda. Pohon dewandaru sering ditanam di pekarangan keraton. Konon, pohon ini dianggap memiliki kekuatan untuk memberikan kebahagiaan, ketenangan, dan perlindungan dari malapetaka. Kata "dewandaru" sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti "pohon dewa" dan mencerminkan betapa pohon ini dipandang sebagai pohon suci. Dewandaru juga telah lama digunakan dalam berbagai budaya dan tradisi sebagai bahan obat tradisional.
Pohon dewandaru termasuk dalam keluarga Myrtaceae, dengan tinggi dapat mencapai 7–8 meter. Buah dewandaru berukuran kecil, berbentuk bulat dengan alur-alur yang membuatnya menyerupai labu mini. Buah yang belum matang berwarna hijau, berubah menjadi kuning, oranye, hingga merah tua saat matang sempurna. Keunikan dari buah ini adalah rasanya yang sangat bervariasi. Ketika matang, buah ini memiliki rasa manis dengan sentuhan asam yang kuat, membuatnya segar untuk dimakan langsung atau diolah menjadi selai, jus, dan sirup.
Buah dewandaru kaya akan nutrisi yang penting bagi kesehatan tubuh. Beberapa kandungan gizi utama dari buah dewandaru meliputi:
Vitamin C: Buah ini memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi, bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan produksi kolagen.
Vitamin A: Penting untuk kesehatan mata, kulit, dan sistem kekebalan tubuh.
Antioksidan: Seperti polifenol dan karotenoid, yang membantu melawan radikal bebas dan mencegah kerusakan sel.
Serat: Bermanfaat untuk pencernaan dan membantu mengatur kadar gula darah.
Mineral: Mengandung kalium, magnesium, dan zat besi yang baik untuk fungsi otot, saraf, serta pembentukan sel darah merah.
Buah dewandaru memiliki sejumlah manfaat kesehatan berkat kandungan nutrisinya yang kaya. Berikut beberapa manfaat utamanya:
Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Kandungan vitamin C yang tinggi membantu memperkuat sistem imun, melindungi tubuh dari infeksi, serta mempercepat proses penyembuhan luka.
Menyehatkan Pencernaan
Serat yang terkandung dalam buah dewandaru membantu memperlancar pencernaan dan mencegah sembelit. Serat juga bermanfaat dalam menjaga kesehatan usus dan mencegah gangguan pencernaan lainnya.
Menjaga Kesehatan Jantung
Kandungan kalium dalam buah ini membantu menjaga tekanan darah tetap stabil, sehingga mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.
Antioksidan Alami
Antioksidan dalam buah dewandaru, seperti polifenol dan karotenoid, mampu menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan penyakit degeneratif seperti kanker dan penuaan dini.
Membantu Menurunkan Berat Badan
Kandungan serat yang tinggi membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga cocok untuk dikonsumsi dalam program diet.
Mencegah Diabetes
Buah ini memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga baik untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes, selain itu seratnya membantu mengontrol kadar gula darah.
Selain dimanfaatkan untuk konsumsi, buah dewandaru juga memiliki berbagai kegunaan lain dalam kehidupan sehari-hari, seperti:
Tanaman Hias: Karena bentuknya yang indah dan mudah tumbuh, pohon dewandaru sering ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan atau taman.
Bahan Obat Tradisional: Dalam beberapa tradisi pengobatan, terutama di Amerika Selatan, buah dewandaru digunakan untuk mengobati gangguan pencernaan, batuk, dan masalah kulit. Daun dan kulit batangnya pun digunakan sebagai bahan obat karena memiliki sifat antibakteri dan antijamur.
Fungsi Spiritual: Di Jawa, selain mitos tentang kekuatan supranaturalnya, pohon dewandaru sering ditanam di tempat-tempat yang dianggap suci sebagai simbol perlindungan dan kesejahteraan. Selain mitos tersebut, pohon dewandaru juga dikenal karena ketahanan dan kemampuannya untuk tumbuh di berbagai kondisi lingkungan, menjadikannya simbol ketahanan dan kekuatan. Oleh karena itu, pohon ini sering ditemukan di lingkungan dengan nilai historis dan budaya yang tinggi.
