Cabai Jawa: Bukan Hanya Sekadar Rempah Biasa

Dosen Universitas Andalas
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Firsta Ninda Rosadi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cabai jawa (Piper retrofractum), salah satu rempah-rempah yang telah lama dikenal dan digunakan dalam berbagai budaya, terutama di Asia Tenggara. Cabai jawa dikenal dengan berbagai nama di seluruh dunia, seperti “Pippali” di India, “Bengal Pepper” di Inggris, dan “Javanese Pepper” di Indonesia. Pada masa Romawi kuno, cabai jawa digunakan sebagai bumbu masakan dan juga sebagai obat tradisional.
Cabai jawa merupakan tanaman perdu memanjat yang dapat tumbuh hingga ketinggian 10 meter jika disangga dengan baik. Tanaman ini memiliki batang yang berkayu dengan daun yang berwarna hijau dan berbentuk lonjong. Bunga cabai jawa tumbuh dalam bentuk tandan yang panjang, yang kemudian berkembang menjadi buah yang juga memanjang. Buah cabai jawa berbentuk silindris dengan panjang sekitar 2-7 cm dan diameter sekitar 1 cm. Saat muda, buah ini berwarna hijau dan akan berubah menjadi merah cerah saat matang. Setelah dikeringkan, warna buah berubah menjadi hitam kecokelatan. Buah inilah yang kemudian diolah menjadi rempah-rempah atau bahan obat.
Cabai jawa telah lama dikenal sebagai tanaman obat dalam pengobatan tradisional. Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan yang dimilikinya:
Mengatasi Gangguan Pencernaan
Cabai jawa digunakan dalam pengobatan tradisional untuk meredakan gangguan pencernaan seperti perut kembung, sembelit, dan gangguan lambung.
Obat Batuk dan Pilek
Ekstrak dari buah cabai jawa sering digunakan untuk mengobati batuk dan pilek. Tanaman ini memiliki sifat ekspektoran yang membantu melegakan saluran pernapasan.
Anti-Inflamasi
Sifat anti-inflamasi dari cabai jawa menjadikannya berguna dalam pengobatan rematik dan peradangan lainnya.
Meningkatkan Stamina
Cabai jawa dipercaya dapat meningkatkan energi dan vitalitas tubuh, sehingga sering digunakan dalam ramuan jamu untuk mengatasi kelelahan dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Antimikroba
Kandungan aktif dalam cabai jawa memiliki efek antimikroba, yang membantu melawan infeksi bakteri dan jamur.
Selain itu, cabai jawa juga memiliki keunikan pada rasa pedas yang khas, mirip dengan lada hitam namun tidak terlalu menyengat. Cabai jawa juga memberikan rasa buah yang kuat dan aroma khas bunga atau rempah. Tanaman cabai jawa juga sering digunakan sebagai tanaman hias karena bentuknya yang unik. Cabai jawa juga dikenal mengandung berbagai senyawa kimia aktif seperti, piperin, chavicin, dan alkaloid. Dan terdapat juga kandungan minyak atsiri, resin, dan zat pahit yang semuanya berkontribusi pada khasiatnya dalam pengobatan dan sebagai rempah-rempah.
Tidak hanya itu, cabai jawa juga banyak digunakan dalam berbagai masakan atau kuliner tradisional di Indonesia, seperti tongseng dan lodeh. Di India, cabai jawa juga digunakan dalam kari dan berbagai masakan berbumbu lainnya. Rasanya yang pedas membuatnya menjadi alternatif dari lada hitam atau cabai merah dalam beberapa hidangan. Di samping itu, cabai jawa juga digunakan sebagai bahan dalam pembuatan jamu dan obat tradisional.
