Manfaat Konsumsi Buah Petai yang Patut Dicoba

Dosen Universitas Andalas
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Firsta Ninda Rosadi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Petai juga dikenal sebagai pete atau mlanding (Parkia speciosa), merupakan tanaman asli dari kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Tanaman petai biasanya tumbuh di daerah tropis dan subtropis, serta telah menjadi bagian dari kebudayaan kuliner masyarakat di wilayah tersebut sejak lama.
Petai tidak hanya dikenal sebagai bahan makanan, tetapi juga memiliki manfaat dan kegunaan yang luas. Misalnya, dalam tradisi masyarakat di Sumatra dan Kalimantan, petai sering digunakan sebagai salah satu bahan dalam upacara adat sebagai simbol kesuburan dan keberuntungan.
Petai merupakan pohon tahunan yang dapat mencapai ketinggian hingga 20 meter. Daunnya majemuk dan tersusun sejajar. Bunga petai muncul biasanya di dekat ujung ranting dan tersusun dalam bongkol khas keluarga Mimosoidae. Buahnya besar, memanjang, dan berbentuk seperti polong.
Biji petai berwarna hijau ketika muda dan terbungkus oleh selaput agak tebal berwarna coklat terang dan memiliki aroma khas yang agak mirip dengan jengkol. Biji petai dapat dikonsumsi segar atau dijadikan bahan campuran dalam berbagai menu, seperti sambal goreng hati.
Petai mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Dalam setiap 100 gram petai, terdapat kandungan sebagai berikut:
Energi: 140 kkal
Protein: 8.5 gram
Karbohidrat: 25 gram
Serat: 2.5 gram
Vitamin C: 50 mg
Vitamin B6: 0.2 mg
Kalium: 550 mg
Fosfor: 115 mg
Selain itu, petai juga mengandung senyawa aktif seperti asam amino triptofan dan beberapa jenis antioksidan, termasuk polifenol dan flavonoid, yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh.
Dengan kandungan zat-zat baik pada petai, terdapat sejumlah manfaat kesehatan yang tidak kalah pentingnya, seperti:
Meningkatkan Kesehatan Pencernaan
Petai kaya akan serat, yang bermanfaat untuk melancarkan sistem pencernaan dan mencegah sembelit. Serat dalam petai membantu dalam proses pencernaan dengan mempercepat gerakan usus, sehingga mengurangi risiko penyakit seperti divertikulitis dan kanker usus besar.
Mengontrol Tekanan Darah
Petai mengandung kalium yang tinggi, mineral yang berperan penting dalam mengatur tekanan darah. Kalium membantu menyeimbangkan efek natrium dalam tubuh, yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan mengurangi risiko penyakit jantung serta stroke.
Meningkatkan Kesehatan Jantung
Selain mengontrol tekanan darah, kandungan antioksidan dalam petai membantu melawan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel jantung. Antioksidan ini juga membantu dalam mengurangi peradangan yang seringkali menjadi penyebab utama dari berbagai penyakit kardiovaskular.
Meningkatkan Mood dan Mengurangi Depresi
Petai mengandung triptofan, sebuah asam amino yang dapat meningkatkan produksi serotonin, hormon yang bertanggung jawab untuk mengatur suasana hati. Dengan mengonsumsi petai, seseorang bisa merasakan perbaikan suasana hati dan pengurangan gejala depresi.
Mengontrol Kadar Gula Darah
Petai memiliki indeks glikemik rendah, yang berarti konsumsinya tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang signifikan. Hal ini menjadikan petai sebagai pilihan yang baik bagi penderita diabetes atau orang yang berisiko mengalami kondisi tersebut.
Menjaga Kesehatan Ginjal
Kandungan antioksidan dan nutrisi lainnya dalam petai, seperti fosfor, dapat membantu menjaga kesehatan ginjal dengan mencegah terbentuknya batu ginjal serta mendukung fungsi ginjal yang optimal.
