Konten dari Pengguna

Tempe: Warisan Kuliner Indonesia Yang Kaya Protein dan Manfaat

Firsta Ninda Rosadi

Firsta Ninda Rosadi

Dosen Universitas Andalas

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Firsta Ninda Rosadi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tempe Yang Siap Dijadikan Berbagai Olahan Masakan (sumber: shutterstock.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tempe Yang Siap Dijadikan Berbagai Olahan Masakan (sumber: shutterstock.com)

Tempe, salah satu makanan tradisional Indonesia yang telah mendunia. Tempe pertama kali ditemukan di Pulau Jawa dan telah menjadi bagian dari kehidupan kuliner masyarakat Jawa sejak zaman dahulu. Menurut beberapa sumber, tempe sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit dan disebutkan dalam naskah kuno Serat Centhini yang terbit antara tahun 1814-1823. Tempe dibuat dari kedelai yang difermentasi menggunakan jamur Rhizopus oligosporus. Proses fermentasi ini menghasilkan makanan yang kaya akan protein dan nutrisi lainnya.

Secara fisik, tempe berwarna putih dengan tekstur padat dan sedikit kasar karena biji kedelai masih terlihat dalam bentuk aslinya. Warna putih tersebut berasal dari miselium kapang yang tumbuh selama proses fermentasi. Tempe yang berkualitas memiliki bau yang segar dengan sedikit aroma kacang yang lembut dan gurih. Saat dimasak, tempe berubah menjadi lebih renyah di luar dan lembut di dalam. Dari segi rasa, tempe memiliki karakter yang gurih dengan sentuhan kacang kedelai yang alami. Tempe mudah menyerap bumbu, sehingga bisa diolah menjadi berbagai jenis masakan yang kaya rasa. Aroma fermentasi yang khas juga memberikan dimensi rasa yang unik yang sulit ditemukan pada bahan makanan lainnya.

Tempe mengandung berbagai nutrisi penting, seperti:

  • Protein: Sekitar 19 gram per 100 gram tempe.

  • Serat: Sekitar 8 gram per 100 gram tempe.

  • Vitamin B12: Yang jarang ditemukan dalam makanan nabati.

  • Mineral: Seperti kalsium, zat besi, dan magnesium.

Tempe memiliki berbagai manfaat kesehatan yang luar biasa, menjadikannya makanan super bagi banyak orang yang peduli dengan kesehatan. Beberapa manfaat tempe antara lain:

  1. Sumber Protein Berkualitas Tinggi

    Karena berasal dari kacang kedelai, tempe sangat kaya akan protein. Kandungan protein dalam tempe lebih tinggi dibandingkan daging merah atau telur, yang menjadikannya pilihan populer bagi vegetarian dan vegan.

  2. Baik untuk Pencernaan

    Proses fermentasi tempe menghasilkan probiotik alami, yang mendukung kesehatan saluran pencernaan. Probiotik ini membantu menjaga keseimbangan flora usus, meningkatkan pencernaan, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

  3. Kaya Serat

    Tempe mengandung serat yang tinggi, yang baik untuk kesehatan usus dan dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung serta menstabilkan gula darah.

  4. Kaya Akan Nutrisi

    Selain protein, tempe mengandung berbagai vitamin dan mineral seperti vitamin B, kalsium, magnesium, serta zat besi yang sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang, sistem saraf, dan sirkulasi darah.

  5. Mengandung Antioksidan

    Fermentasi pada tempe juga menghasilkan senyawa antioksidan yang bermanfaat untuk melindungi tubuh dari radikal bebas, yang dapat mencegah penuaan dini dan beberapa jenis kanker.

Di samping itu, tempe merupakan bagian penting dari budaya kuliner Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Tempe telah lama menjadi makanan pokok masyarakat dari berbagai kalangan sosial, mulai dari makanan sehari-hari di rumah hingga hidangan restoran mewah. Tempe sering diolah menjadi berbagai jenis hidangan seperti tempe goreng, tempe orek (tempe yang ditumis dengan bumbu), tempe bacem (tempe yang direbus dalam campuran gula merah dan rempah), hingga keripik tempe yang renyah. Tempe juga menjadi ikon identitas bagi masyarakat Indonesia dan telah mendapatkan pengakuan di luar negeri sebagai makanan sehat yang popularitasnya terus meningkat, terutama di kalangan masyarakat yang peduli dengan pola makan vegetarian dan vegan. Pada tahun 2017, tempe terdaftar dalam "Intangible Cultural Heritage" (warisan budaya tak benda) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.