Konten dari Pengguna
Peneliti Kembangkan Polianilin-Grafit Anti-Radar di Bidang Kemaritiman
30 Juni 2025 12:12 WIB
·
waktu baca 2 menit
Kiriman Pengguna
Peneliti Kembangkan Polianilin-Grafit Anti-Radar di Bidang Kemaritiman
Tim peneliti dari Program Studi Fisika mengembangkan inovasi material anti-radar (Radar Absorbing Material/RAM) yang memanfaatkan sumber daya alam lokal. Program Studi Fisika - Institut Teknologi Kalimantan
Tulisan dari Program Studi Fisika - Institut Teknologi Kalimantan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Balikpapan, 30 Juni 2025 — Inovasi teknologi pertahanan maritim terus berkembang, terutama untuk mendukung teknologi stealth pada kapal perang dan wahana tak berawak. Salah satu komponen kunci dalam teknologi siluman ini adalah Radar Absorbing Material (RAM), yaitu material yang mampu menyerap gelombang radar agar tidak terdeteksi oleh sistem radar lawan.
ADVERTISEMENT
Radar Absorbing Material berperan sangat penting dalam meningkatkan efektivitas operasi keamanan di wilayah laut, yang kini semakin strategis. Dalam penelitian terbaru yang dilakukan di Laboratorium Program Studi Fisika, sebuah tim peneliti mencoba mengembangkan material RAM berbasis polianilin (PANI), polimer konduktif yang diketahui memiliki kemampuan menyerap gelombang elektromagnetik.
Untuk meningkatkan performanya, PANI dikombinasikan dengan grafit alami asal Kalimantan. Grafit alami ini dikembangkan agar memiliki struktur berlapis dan konduktivitas tinggi, sehingga dapat berfungsi sebagai penguat dalam komposit PANI. Dengan demikian, daya serap gelombang radar diharapkan meningkat, sekaligus memanfaatkan potensi sumber daya alam lokal secara lebih berkelanjutan.
“Grafit alami Kalimantan sangat potensial dalam mendukung aplikasi RAM karena selain konduktivitasnya tinggi, juga tersedia dalam jumlah cukup melimpah,” jelas salah satu anggota tim peneliti, Dian Mart Shoodiqin. Bersama rekannya, Fadli Robiandi dan Agus Rifani, Dian berharap penelitian ini dapat menghadirkan material fungsional yang tangguh untuk lingkungan laut.
Penelitian ini secara khusus dirancang untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana sinergi antara polianilin dan grafit alam dapat meningkatkan kinerja penyerapan gelombang radar. Prosesnya meliputi sintesis komposit PANI-grafit, karakterisasi struktur, pengujian sifat listrik, serta evaluasi ketahanan material dalam kondisi lingkungan laut yang keras dan korosif.
ADVERTISEMENT
“Target kami adalah menciptakan material fungsional anti-radar yang efektif sekaligus tahan terhadap korosi di lingkungan maritim,” tambah Dian.
Hasil penelitian ini diharapkan mampu mendukung pengembangan teknologi anti-radar dalam negeri, memperkuat kemampuan siluman kapal perang dan drone laut, serta mengurangi ketergantungan terhadap material impor. Selain itu, pemanfaatan grafit alam Kalimantan juga membuka peluang hilirisasi produk berbasis sumber daya lokal menuju sektor pertahanan berteknologi tinggi.
Dengan pendekatan ini, tim peneliti optimistis material komposit PANI-grafit dapat menjadi salah satu alternatif strategis untuk pengembangan teknologi keamanan kemaritiman di masa depan.

