BMW E30 Listrik Garapan Autronics, Konversi Mobil Klasik Berpelat Biru Legal

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
BMW Seri 3 E30. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
BMW Seri 3 E30. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Tren konversi kendaraan bermesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE) menjadi kendaraan listrik terus menggeliat di Indonesia. Salah satu karya menarik datang dari rumah modifikasi Autronics Engineering yang sukses mengubah sedan klasik BMW Seri 3 E30 menjadi mobil listrik murni.

Istimewanya, sedan Jerman lawas ini diklaim menjadi mobil listrik konversi klasik pertama di Indonesia yang mengantongi legalitas jalan secara resmi.

Achmad Haryadi atau yang akrab disapa Mamadh, sebagai Marketing Director sekaligus Owner Autronics Engineering mengungkapkan, proyek konversi BMW E30 ini sejatinya telah digarap sejak 2023.

"BMW E30 ini basically E30 biasa. Tapi yang menarik, ini adalah mobil konversi EV klasik pertama di Indonesia yang lulus uji tipe hingga bisa balik nama dapat plat biru resmi. Jadi bukan main-main, ada STNK, BPKB baru, serta lulus Sertifikat Uji Tipe (SUT) dan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) di Balai Uji Kemenhub," ujar Mamadh saat ditemui kumparan di ICE BSD, Tangerang, (9/10).

BMW Seri 3 E30. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Untuk menggarap proyek ini, Autronics Engineering berkolaborasi dengan bengkel spesialis off-road dan tubular, XCTOS, guna melakukan beberapa penyesuaian pada struktur sasis kendaraan. Sebab, bentuk awal sedan 4-pintu ini memerlukan ruang ekstra untuk penempatan battery pack tanpa merusak estetika dan kenyamanan penumpang.

"Sebagian battery pack kita tempatkan di bagian bawah dek belakang. Penyesuaian struktur sasis belakang dilakukan agar space baterai tercukupi," jelas pria yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi Electric IMI tersebut.

BMW Seri 3 E30. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Meski dapur pacu bensinnya sudah ditanggalkan, komponen penggerak asli seperti gardan belakang bawaan E30 masih dipertahankan. Sistem transmisinya diubah menjadi single gear menggunakan transfer case khusus yang disambungkan langsung ke final gear standar.

Spesifikasi Baterai dan Performa

BMW Seri 3 E30. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Sektor sumber daya dipercayakan pada baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) buatan Gotion Indonesia berkapasitas 48 kWh. Sel baterai tersebut dirakit, diintegrasikan dengan Battery Management System (BMS), hingga ditanamkan pemrograman khusus (programming) langsung oleh tim Autronics.

"Baterai LFP ini sudah sangat cukup untuk penggunaan harian. Kapasitasnya 48 kWh dengan peak power kita set di kisaran 70–80 kW. Dalam kondisi baterai penuh dan beban normal (loaded), jarak tempuhnya bisa mencapai hingga 300 kilometer, bahkan bisa lebih panjang kalau dipakai di dalam kota," tutur Mamadh.

Soal performa, dinamo listrik yang terpasang sebetulnya mampu menyemburkan tenaga hingga lebih dari 120 kW. Dalam pengujian internal, BMW E30 listrik ini sanggup melesat dari 0 ke 100 km/jam hanya dalam waktu sekitar 7 detik—jauh lebih responsif ketimbang versi mesin bensin standar.

Biaya dan Lama Pengerjaan

BMW Seri 3 E30. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Bagi para kolektor atau pemilik mobil klasik yang tertarik mengubah kendaraan lamanya menjadi mobil listrik, Autronics membutuhkan waktu pengerjaan sekitar 6 hingga 9 bulan. Durasi tersebut murni untuk proses teknis powertrain, di luar restorasi bodi maupun pengurusan legalitas.

Sementara untuk estimasi biaya, paket konversi dengan spesifikasi seperti pada BMW E30 prototipe ini dibanderol di kisaran Rp 400 juta hingga Rp 600 juta.

BMW Seri 3 E30. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

"Banyak pemilik mobil klasik itu mobilnya cuma jadi garage queen. Mau dipakai jalan kadang was-was dan siap-siap mogok atau di-towing. Nah, dengan konversi EV ini, driveability mobil naik signifikan dan biaya operasional jauh lebih murah. Mobil tua yang tadinya cuma terparkir di garasi bisa dipakai harian tanpa rasa khawatir," pungkasnya.

Ke depannya, Autronics juga berencana mengembangkan sistem konversi bertegangan lebih tinggi (300–400 Volt ke atas) yang sudah mendukung pengisian daya cepat (DC Fast Charging) serta sistem pendingin cairan (liquid cooling) untuk performa yang lebih optimal.

BMW Seri 3 E30. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan