Daftar Merek Mobil yang Penjualannya Turun di September 2026

Tekanan pasar otomotif nasional dari Agustus ke September 2026 berdampak pada penyerapan unit. Koreksi retail sales atau penjualan dari diler ke konsumen dialami oleh beberapa agen pemegang merek (APM) kawakan hingga pemain baru.
Mitsubishi Motors mencatatkan penurunan volume penjualan ritel terbesar secara bulanan pada September 2026. Penyerapan kendaraan penumpang Mitsubishi di tingkat konsumen menyusut 1.046 unit, dari 5.561 unit pada Agustus menjadi 4.515 unit.
Merek kendaraan listrik Aion menempati posisi kedua dalam daftar penurunan angka transaksi konsumen harian. Penjualan ritel Aion terkoreksi sebanyak 597 unit, melandai dari 1.001 unit menjadi 404 unit pada periode yang sama.
Pabrikan asal Jepang, Suzuki, turut mencatatkan penurunan performa niaga ritel sebesar 493 unit. Angka transaksi penyerapan unit Suzuki di tingkat konsumen tergerus dari 6.118 unit pada Agustus menjadi 5.625 unit pada September 2026.
Sektor kendaraan niaga juga mengalami tekanan yang cukup signifikan, dipimpin oleh Mitsubishi Fuso yang susut 469 unit. Distribusi ritel truk Fuso melandai dari 4.637 unit menjadi 4.168 unit pada bulan yang sama.
Kondisi serupa dialami Hino yang membukukan penurunan penjualan ritel kendaraan komersial sebanyak 434 unit. Penyerapan unit Hino di tingkat konsumen bergeser dari 3.258 unit pada Agustus menjadi 2.824 unit pada September 2026.
Merek Tiongkok Chery berada di urutan keenam setelah mencatatkan koreksi penjualan sebesar 302 unit. Penjualan ritel Chery merosot dari 768 unit pada Agustus menjadi 466 unit pada September 2026.
Pemimpin pasar nasional, Toyota, tidak luput dari dampak penyesuaian ritme transaksi dengan penurunan sebesar 290 unit. Angka penyerapan unit Toyota di tingkat konsumen susut dari 21.938 unit menjadi 21.648 unit.
Lini kendaraan listrik premium Denza mengekor di posisi kedelapan usai mencatatkan koreksi sebesar 289 unit. Penjualan ritel Denza terkikis dari 519 unit pada Agustus menjadi 230 unit pada bulan berikutnya.
Produsen asal Tiongkok, Geely, mengaitkan penurunan penjualan ritel sebesar 135 unit di pasar harian. Volume transaksi Geely tergerus dari 2.158 unit pada Agustus menjadi 2.023 unit pada September 2026.
Pabrikan Korea Selatan, Hyundai, menutup jajaran sepuluh besar dengan penurunan transaksi konsumen sebesar 125 unit. Penjualan ritel Hyundai melandai dari 1.756 unit menjadi 1.631 unit pada periode yang sama.
Dinamika ini mencerminkan tingginya fluktuasi penyerapan pasar otomotif nasional jelang kuartal terakhir tahun berjalan.
Berikut rincian merek mobil yang mencatatkan penurunan retail sales pada September 2026:
Mitsubishi Motors: 4.515 unit (sebelumnya 5.561 unit / -1.046 unit)
Aion: 404 unit (sebelumnya 1.001 unit / -597 unit)
Suzuki: 5.625 unit (sebelumnya 6.118 unit / -493 unit)
Mitsubishi Fuso: 4.168 unit (sebelumnya 4.637 unit / -469 unit)
Hino: 2.824 unit (sebelumnya 3.258 unit / -434 unit)
Chery: 466 unit (sebelumnya 768 unit / -302 unit)
Toyota: 21.648 unit (sebelumnya 21.938 unit / -290 unit)
Denza: 230 unit (sebelumnya 519 unit / -289 unit)
Geely: 2.023 unit (sebelumnya 2.158 unit / -135 unit)
Hyundai: 1.631 unit (sebelumnya 1.756 unit / -125 unit)
Morris Garage (MG): 511 unit (sebelumnya 597 unit / -86 unit)
Aletra: 40 unit (sebelumnya 98 unit / -58 unit)
BAIC: 46 unit (sebelumnya 102 unit / -56 unit)
Lexus: 163 unit (sebelumnya 205 unit / -42 unit)
GWM: 145 unit (sebelumnya 181 unit / -36 unit)
Kia: 140 unit (sebelumnya 167 unit / -27 unit)
Volvo Car: 5 unit (sebelumnya 26 unit / -21 unit)
Mini: 55 unit (sebelumnya 70 unit / -15 unit)
Scania: 6 unit (sebelumnya 20 unit / -14 unit)
Changan: 45 unit (sebelumnya 56 unit / -11 unit)
