Honda Kuasai 70 Persen Pasar Motor Bangka Belitung, Vario Jadi Andalan

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Honda Vario 160 EVO di Belitung. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Honda Vario 160 EVO di Belitung. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Honda masih menjadi penguasa pasar sepeda motor di Bangka Belitung. Berdasarkan data internal main dealer, merek asal Jepang itu menguasai lebih dari 70 persen pangsa pasar dengan penjualan rata-rata 2.500 hingga 3.000 unit setiap bulan.

Ronny Setiawan, GM Operation Asia Surya Perkasa sebagai main dealer Honda di Bangka Belitung, Ronny Setiawan, mengatakan capaian tersebut ditopang oleh tingginya permintaan terhadap lini skutik, terutama Vario dan ADV160.

"Dominasi kita sekitar 70 persen lebih. Kalau di total, penjualan rata-rata sekitar 2.500 sampai 3.000 unit tiap bulan. Kalau untuk unit yang paling laku itu Vario dan ADV160," ujar Ronny saat ditemui di Bangka Belitung, Kamis (9/7).

Honda Vario 160 Evo. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Menurut dia, kedua model tersebut menjadi kontributor terbesar di segmen skutik premium Honda di wilayah tersebut. Secara keseluruhan, Vario dan ADV160 menyumbang sekitar 34 persen dari total penjualan bulanan Honda.

"Matik bongsor seperti Vario dan ADV160 kontribusinya sekitar 34 persen," katanya

Touring di Lombok, NTB bersama Honda ADV 160 RoadSync, Sabtu (4/10/2025). Foto: Dok. Astra Honda Motor

Di bawahnya, skutik entry level Honda BeAT juga masih menjadi tulang punggung penjualan dengan kontribusi sekitar 24 persen.

"Sementara matik kecil seperti BeAT bisa 24 persen," tambah Ronny.

Ronny menjelaskan, karakter pasar sepeda motor di Bangka Belitung tidak bisa dilepaskan dari kondisi ekonomi daerah yang masih bergantung pada industri pertambangan timah. Ketika sektor tersebut bergairah, penjualan sepeda motor ikut terdongkrak.

"Wilayah Bangka Belitung ini masih tergantung dari timah. Kalau timah lagi banyak, penjualan kita juga meningkat. Jadi perekonomian masih dari timah dibanding perkebunan," jelasnya.