Opsen Disebut Bikin Pasar Mobil Jateng-DIY Anjlok 30%

Vice President Nasmoco Group, Jodjana Jodi, menyebut penerapan opsen pajak kendaraan bermotor membuat pasar mobil di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta turun hingga 30 persen pada 2025. Klaim ini disampaikan Jodi dalam presentasi kinerja penjualan internal yang membahas performa Toyota di kedua wilayah tersebut.
“Jadi Nasmoco ini mencakup area Central Jawa dan DIY. Kalau dilihat Q1, Q1 tahun lalu, itu penjualan kita satu kuartal itu kira-kira 3.438. Tahun ini, 2026, turun ke 3.105. Kenapa turun? Karena tahun lalu di Q1, di Jawa Tengah belum berlaku opsen,” papar Jodi sata ditemui di Yogyakarta, Senin (14/9/2026).
Opsen adalah pungutan pajak regional yang dikenakan di atas Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), dengan besaran sekitar 66 persen dari kedua komponen pajak tersebut. Skema ini mulai berlaku di Jawa Tengah sejak kuartal kedua 2025, dan menurut Jodi, langsung berdampak pada harga jual kendaraan di wilayah tersebut yang naik dari sebelumnya.
"Jadi harga di Jawa Tengah memang lebih tinggi, Pak," kata Jodi, merujuk pada dampak opsen terhadap harga on-the-road kendaraan di provinsi itu.
Sebagai gambaran dampaknya di internal Nasmoco, Jodi memaparkan bahwa penjualan Toyota di Jateng-DIY pada kuartal pertama 2025 -- sebelum opsen berlaku -- tercatat 3.438 unit.
Menurutnya, angka itu tergolong tinggi karena konsumen "berbondong-bondong" membeli kendaraan sebelum skema pajak baru itu diterapkan. Setelah opsen mulai berjalan penuh, penjualan pada kuartal pertama 2026 turun menjadi 3.105 unit.
Jodi tidak merinci sumber atau metodologi di balik angka penurunan pasar 30 persen tersebut, sehingga klaim ini perlu dilihat sebagai gambaran dari sudut pandang Nasmoco selaku salah satu dealer utama Toyota di wilayah itu, bukan data resmi asosiasi industri.
Meski begitu, Jodi mengeklaim tren mulai membaik pada kuartal-kuartal berikutnya. Penjualan Toyota di Jateng-DIY pada kuartal kedua 2026 naik menjadi 3.500 unit, dibandingkan 2.600 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Ia menyebut kenaikan itu sebagai tanda pasar mulai beradaptasi dengan struktur harga baru pasca-opsen.
Tren serupa berlanjut pada Juli-Agustus 2026, dengan penjualan mencapai 2.288 unit, naik dari 1.800 unit pada periode sama tahun lalu.
Secara akumulasi Januari-Agustus 2026, Jodi menyebut total penjualan Toyota di Jateng-DIY mencapai 8.900 unit, naik 7,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
