Populasi EV Indonesia 468 Ribu Unit, Hampir Setengahnya Motor Listrik

Populasi kendaraan listrik (EV) yang disebut kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia terus bertambah. Berdasarkan data terintegrasi yang diolah Kementerian Perindustrian, total populasi kendaraan listrik di Indonesia mencapai 468.231 unit hingga sekitar April 2026.
Pertumbuhan populasi KBLBB secara nasional juga mencatatkan tren eksponensial dengan compound annual growth rate (CAGR) melampaui 150 persen selama periode 2020-2025.
Dari total populasi tersebut, motor listrik menjadi kontributor terbesar. Jumlah motor listrik tercatat mencapai 242.909 unit atau sekitar 51,88 persen dari total populasi kendaraan listrik nasional.
Artinya, lebih dari separuh kendaraan listrik yang telah terdaftar di Indonesia merupakan motor listrik. Sementara itu, kendaraan listrik roda empat penumpang menjadi kelompok terbesar kedua dengan populasi sebanyak 223.100 unit.
Jika dibandingkan, jumlah motor listrik hanya terpaut sekitar 19.809 unit dari kendaraan listrik roda empat penumpang. Kedua kategori tersebut sekaligus menjadi penyumbang utama populasi kendaraan listrik nasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pertumbuhan populasi tersebut perlu diikuti dengan penguatan industri kendaraan listrik di dalam negeri, termasuk dari sisi rantai pasok dan komponen.
“Peningkatan permintaan domestik tersebut harus terus diimbangi dengan penguatan rantai pasok dan industri komponen dalam negeri,” katanya dalam keterangan resmi.
Menurutnya, pengembangan industri kendaraan listrik membutuhkan proses yang berkelanjutan, mulai dari penciptaan pasar hingga penguatan kemampuan industri dan teknologi.
“Kemandirian industri tidak dibangun dalam satu malam. Kita harus mengerjakannya secara konsisten mulai dari penciptaan pasar, penguatan industri komponen, penguasaan teknologi, pembangunan SDM, hingga kegiatan R&D,” ujarnya.
Data tersebut menunjukkan perkembangan kendaraan listrik di Indonesia tidak hanya ditopang oleh pasar mobil listrik. Segmen roda dua justru memiliki porsi sedikit lebih besar dalam total populasi kendaraan listrik nasional.
“Kemandirian industri tidak dibangun dalam satu malam. Kita harus mengerjakannya secara konsisten mulai dari penciptaan pasar, penguatan industri komponen, penguasaan teknologi, pembangunan SDM, hingga kegiatan R&D. MoLiNas (Motor Listrik Nasional) harus menjadi salah satu lokomotif untuk mempercepat proses tersebut,” ujar Agus.
