Suku Bunga dan Dolar Naik, Ini Strategi Honda Genjot Penjualan

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Booth Honda di pameran otomotif GIIAS 2024. Foto: HPM
zoom-in-whitePerbesar
Booth Honda di pameran otomotif GIIAS 2024. Foto: HPM

PT Honda Prospect Motor (HPM) memantapkan langkahnya dalam mengarungi dinamika industri otomotif nasional pada paruh kedua tahun ini. Meski dihadapkan pada ketidakpastian makroekonomi, produsen kendaraan asal Jepang ini optimistis mampu mencatatkan kinerja penjualan yang lebih kuat dibandingkan semester pertama.

Optimisme tersebut disampaikan langsung oleh Sales & Marketing and After Sales Director PT HPM, Yusak Billy. Menurutnya, potensi pertumbuhan pasar ritel otomotif pada semester II masih terbuka lebar, didorong oleh tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut berbagai pameran otomotif di berbagai wilayah Indonesia.

Serangkaian pameran besar seperti Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di Jakarta serta pameran di Surabaya, Bandung, Makassar, hingga Bali menjadi momentum krusial bagi Honda untuk menggenjot penjualan.

"Apalagi ada ditunjang banyak motor show ya, seperti GIIAS di Jakarta, Surabaya, Bandung, Makassar, ada Bali. Itu tentunya kami optimis market di semester dua bisa lebih baik daripada semester satu," ujar Billy.

Variasi mesin di Honda Civic. Foto: Dok. Honda Prospect Motor

Kendati demikian, Billy tidak menampik bahwa iklim industri otomotif saat ini dihantui oleh berbagai tekanan eksternal yang cukup berat. Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan kenaikan suku bunga acuan menjadi tantangan utama yang mempengaruhi daya beli masyarakat secara umum.

Ancaman inflasi juga turut membayangi operasional industri serta keputusan finansial konsumen. Kondisi ini menuntut pabrikan otomotif untuk lebih adaptif dalam merancang strategi pemasaran agar tetap relevan dengan kemampuan pasar.

Honda Super-One diperkenalkan di GIIAS 2026. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

"Suku bunga naik, daya beli melemah, dolarnya naik gitu ya, inflasi juga. Tapi ya dengan adanya banyak program-program penjualan yang lebih meringankan dan memudahkan konsumen untuk memiliki kendaraan, ya kami optimis semester dua bisa lebih baik," tegas Billy.

Menanggapi situasi tersebut, HPM memilih untuk tidak bersikap pasif. Perusahaan telah menyiapkan seperangkat strategi guna meminimalisasi hambatan transaksi dan menjaga keterjangkauan produk-produk Honda di mata konsumen ritel.

Fokus utama Honda dalam mengarungi semester kedua ini terletak pada skema pembiayaan yang fleksibel. HPM menghadirkan berbagai program penjualan yang dirancang khusus untuk meringankan beban finansial calon pembeli saat ingin membawa pulang kendaraan impian mereka.