Thailand Siapkan Pajak untuk EV Impor, Lindungi Produksi dan Industri Lokal

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kelompok Serikat Pekerja Merek Mobil yang dipimpin oleh Presiden Piyarat menyerahkan surat kepada menteri di Gedung Pemerintah menuntut agar pemerintah memungut pajak kendaraan secara adil. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kelompok Serikat Pekerja Merek Mobil yang dipimpin oleh Presiden Piyarat menyerahkan surat kepada menteri di Gedung Pemerintah menuntut agar pemerintah memungut pajak kendaraan secara adil. Foto: Dok. Istimewa

Pemerintah Thailand melalui Komite Kebijakan mobil Listrik (EV Board) menyetujui langkah penyesuaian pajak cukai untuk mobil listrik impor. Kebijakan ini diambil guna mendorong para produsen otomotif global menanamkan investasi langsung dan memperkuat basis manufaktur di dalam negeri.

Berdasarkan laporan Reuters, penyesuaian tarif pajak tersebut mengemuka untuk melindungi ekosistem industri otomotif domestik sekaligus mempercepat lokalisasi rantai pasok komponen kendaraan listrik.

Kementerian Keuangan Thailand mengonfirmasi bahwa skema perombakan tarif ini dirancang menggunakan sistem berjenjang yang berfokus pada tingkat kandungan lokal.

"Kendaraan yang diimpor secara utuh (CBU) akan dikenakan tarif pajak tertinggi, yakni di atas tarif cukai 10 persen yang berlaku saat ini," ujar pejabat Kementerian Keuangan Thailand, Pornchai Thiraveja disitat dari Reuters.

Kapal Cargo BYD Changzhou untuk ekspor mobil BYD dari China. Foto: Dok. BYD

Pornchai menguraikan bahwa tingkatan pajak terendah akan diberikan khusus bagi kendaraan listrik yang dirakit di pabrik lokal dengan pemanfaatan komponen buatan Thailand secara mendalam.

Sementara itu, tingkat pajak menengah akan diterapkan pada unit kendaraan yang diimpor terbatas untuk kebutuhan uji coba teknis atau perakitan yang masih menggunakan sebagian komponen luar negeri.

Langkah ini menyusul lonjakan signifikan penetrasi pasar kendaraan ramah lingkungan di Thailand yang terus mencatatkan rekor pertumbuhan penjualan sepanjang tahun ini.

Berdasarkan data Board of Investment (BOI) Thailand, penjualan gabungan kendaraan listrik (EV), hybrid (HEV), dan plug-in hybrid (PHEV) berhasil menguasai 55 persen pangsa pasar mobil baru dalam tujuh bulan pertama tahun 2026.

Ilustrasi mobilPlug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Foto: Dok. Motor1

Pencapaian tersebut menjadi momen bersejarah bagi industri otomotif Negeri Gajah Putih karena untuk pertama kalinya volume pendaftaran mobil berteknologi elektrifikasi melampaui penjualan mobil bermesin pembakaran internal (ICE).

Pemerintah Thailand menilai bahwa tingginya permintaan konsumen terhadap mobil listrik harus dikonversi menjadi keuntungan ekonomi jangka panjang bagi industri manufaktur lokal.

Kelompok Serikat Pekerja Merek Mobil yang dipimpin oleh Presiden Piyarat menyerahkan surat kepada menteri di Gedung Pemerintah menuntut agar pemerintah memungut pajak kendaraan secara adil. Foto: Dok. Istimewa

"Transisi sektor otomotif Thailand harus mampu mengubah permintaan konsumen yang cepat menjadi pembentukan modal jangka panjang, lokalisasi teknologi, serta penyediaan lapangan kerja yang berkualitas," tegas Kepala BOI Thailand, Narit Therdsteerasukdi.

Pemerintah Thailand memastikan akan memberikan masa tenggang bagi para produsen otomotif untuk menyesuaikan skema produksi sebelum tarif pajak baru ini diberlakukan secara penuh.

Penetapan angka pasti mengenai besaran kenaikan cukai impor CBU ini ditargetkan rampung dan disahkan oleh Kementerian Keuangan pada akhir September 2026.