Usai Dieselgate, VW Group Dirundung Potensi Jutaan Unit Recall Baru

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Eksterior Volkswagen Tiguan Allspace Sport Edition. Foto: dok. Volkswagen Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Eksterior Volkswagen Tiguan Allspace Sport Edition. Foto: dok. Volkswagen Indonesia

Recall unit kendaraan oleh Lembaga Keselamatan Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA) terhadap produk Volkswagen Group berpotensi meluas secara global. Masalah pada komponen baut rak kemudi yang rawan patah, diperkirakan bakal menjadi penarikan kendaraan terbesar bagi grup otomotif asal Jerman tersebut sejak skandal Dieselgate.

Laporan awal NHTSA menyebutkan bahwa kampanye penarikan di kawasan Amerika Serikat berdampak pada 208.274 unit kendaraan. Model yang terdampak penarikan awal tersebut meliputi Volkswagen Atlas rakitan 2018–2019, Volkswagen Tiguan 2018, serta Audi Q3 lansiran 2019–2021.

Disitat dari Carscoops, laporan terbaru media Jerman Handelsblatt mengungkapkan bahwa skala cacat produksi ini diperkirakan mencapai hampir empat juta unit kendaraan di seluruh dunia. Penarikan masif ini diprediksi mencakup dua juta unit merek Volkswagen, satu juta unit Skoda, 700 ribu unit Audi, serta 200 ribu unit Seat.

Para karyawan bekerja di jalur perakitan mobil listrik Volkswagen (VW) ID.3 milik produsen mobil Jerman, Volkswagen di Dresden, Jerman, pada 14 Mei 2025. Foto: JENS SCHLUETER / AFP

Otoritas Transportasi Motor Federal Jerman (KBA) mengonfirmasi bahwa beberapa model populer Volkswagen Group turut terdampak dalam daftar cacat komponen tersebut. Model-model yang teridentifikasi antara lain Volkswagen Golf, Golf Variant, Tiguan, Touran, Caddy, hingga lini SUV Seat Ateca dan Tarraco produksi April 2016 hingga September 2024.

Pemicu utama penarikan massal ini bersumber dari baut penopang rak kemudi sebelah kanan yang memiliki risiko tinggi untuk patah. Patahnya baut penopang tersebut berpotensi mengakibatkan pengemudi kehilangan kendali setir secara total saat kendaraan melaju.

Investigasi teknis menunjukkan bahwa baut bawaan pabrik tersebut sangat rentan terhadap paparan kelembapan udara serta korosi karat. Risiko kerusakan komponen ini menjadi jauh lebih tinggi di negara-negara berklimatologi dingin yang kerap menggunakan garam untuk mencairkan salju di jalan raya.

Recall Volkswagen Group. Foto: Volkswagen

Kendati potensi penarikan kendaraan secara global ini memuat angka yang fantastis, dampak finansial penanganan kasus ini diprediksi tidak akan seberat skandal emisi Dieselgate. Pihak produsen tidak diwajibkan melakukan tindakan buyback atau penggantian unit kendaraan secara keseluruhan kepada konsumen.

Penanganan teknis untuk mengatasi potensi kegagalan sistem kemudi ini relatif sederhana dan dapat diselesaikan dalam waktu singkat di bengkel resmi. Para teknisi hanya perlu mengganti baut rak kemudi lama dengan komponen baut baru yang telah dilapisi formula anti-korosi lebih kuat.

Recall Volkswagen Group. Foto: Volkswagen

Langkah penanganan cepat di jaringan purnajual resmi menjadi kunci utama untuk mencegah timbulnya risiko kecelakaan fatal di jalan raya. Volkswagen Group diimbau segera menerbitkan jadwal panggilan perbaikan resmi bagi seluruh pemilik kendaraan yang terdampak di berbagai negara.

Proses kampanye perbaikan massal ini diprediksi bakal memakan waktu beberapa bulan seiring dengan penyediaan pasokan suku cadang pengganti secara global. Pengemudi diimbau untuk tetap waspada dan segera mendatangi bengkel resmi apabila merasakan gejala yang tidak wajar pada sistem kemudi kendaraan mereka.