Konten dari Pengguna

Dari Kirab Gunungan hingga Begalan: Tradisi Unik Desa Palumbungan Wetan

Fitri Anisa

Fitri Anisa

Mahasiswi Ilmu Komunikasi AMIKOM Purwokerto, Aktivis, SEO Writer, MC, Penulis Lepas, Pengurus Duta Pelajar Indonesia, Duta Prestasi Pendidikan, Duta Pendidikan Leaders.id, Part of Serayu News.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fitri Anisa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dari Kirab Gunungan hingga Begalan: Tradisi Unik Desa Palumbungan Wetan (Dok: Foto Pribadi; 29/06/2025)
zoom-in-whitePerbesar
Dari Kirab Gunungan hingga Begalan: Tradisi Unik Desa Palumbungan Wetan (Dok: Foto Pribadi; 29/06/2025)

Setiap tahun, tepatnya pada hari Minggu tanggal 29 Juni 2025, warga Desa Palumbungan Wetan menggelar sebuah tradisi yang sangat meriah, yaitu Grebek Desa atau yang juga dikenal sebagai Festival Budaya dan Kirab Gunungan Sedekah Bumi. Tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas hasil bumi yang melimpah. Seluruh warga desa bergotong royong membuat gunungan berbentuk kerucut yang dihiasi dengan aneka sayuran dan jajanan tradisional. Gunungan tersebut menjadi simbol kemakmuran dan kebersamaan warga desa.

Acara Grebek Desa diawali dengan pawai keliling desa. Para warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, ikut serta berjalan kaki memutari desa, melewati gang-gang dan jalan utama. Setelah pawai selesai, seluruh peserta berkumpul di lapangan desa untuk mengikuti prosesi doa bersama sebagai wujud syukur dan harapan akan berkah di tahun mendatang. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari perangkat desa yang turut memeriahkan suasana.

Dari Kirab Gunungan hingga Begalan: Tradisi Unik Desa Palumbungan Wetan, para warga terlihat antusias mengikuti acara tersebut (Dok: Foto Pribadi; 29/07/2025)

Setelah rangkaian doa dan sambutan selesai, acara yang paling ditunggu-tunggu pun tiba, yaitu rebutan gunungan hasil bumi. Warga dengan antusias berebut isi gunungan yang dipercaya membawa berkah dan keberuntungan. Kemeriahan tidak berhenti di situ, karena setelahnya warga disuguhi pertunjukan Begalan, sebuah drama tradisional Jawa yang sarat akan pesan moral dan nasehat luhur kehidupan.

Begalan sendiri adalah seni pertunjukan rakyat yang biasanya dipentaskan dalam acara adat Jawa. Dalam drama ini, dua orang atau lebih berperan sebagai perampok (begal) yang kemudian diberi nasehat dan pelajaran moral oleh tokoh bijak. Melalui dialog dan adegan lucu, Begalan menyampaikan pesan-pesan kebaikan, seperti pentingnya kejujuran, gotong royong, dan saling menghormati. Sementara itu, Grebek Desa adalah tradisi tahunan sebagai bentuk syukur masyarakat desa atas hasil bumi, yang diwujudkan dalam bentuk kirab gunungan, doa bersama, dan berbagai hiburan rakyat. Acara Grebek Desa biasanya ditutup dengan hiburan menyanyi bersama yang melibatkan seluruh warga, menambah keakraban dan kegembiraan di tengah masyarakat.

Dari Kirab Gunungan hingga Begalan: Tradisi Unik Desa Palumbungan Wetan, sekilas potret dari begalan (Dok: Foto Pribadi; 29/07/2025)
Dari Kirab Gunungan hingga Begalan: Tradisi Unik Desa Palumbungan Wetan, para warga berebut gunungan (Dok: Foto Pribadi; 29/07/2025)
Dari Kirab Gunungan hingga Begalan: Tradisi Unik Desa Palumbungan Wetan, sekilas potret salah satu gununga hasil sedekah bumi ((Dok: Foto Pribadi; 29/07/2025)