Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN UNDIP Sosialisasikan Sistem RAS Sebagai Solusi Hemat Air

Fitria Chusnul Chotimah

Fitria Chusnul Chotimah

Mahasiswa Departemen Akuakultur Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fitria Chusnul Chotimah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Tambaksari, Kabupaten Kendal (25 Juni 2025) - Mahasiswa KKN Tematik UNDIP sukses melaksanakan sosialisasi bersama kelompok pengolah ikan pindang Desa Tambaksari dengan judul kegiatan “Edukasi Sistem RAS (Recirculating Aquaculture System) Sebagai Upaya Mendukung Ketahanan Pangan yang Berkelanjutan“. Kegiatan ini merupakan program kerja multidisiplin salah satu anggota Kelompok 3 Tim 38 KKN-T IDBU UNDIP, yakni Fitria Chusnul Chotimah, mahasiswa UNDIP yang berasal dari jurusan Akuakultur. Sosialisasi ini merupakan bagian dari serangkaian program multidisiplin yang mengusung tema “Ketahanan Pangan Bidang Perikanan Melalui Penerapan IPTEK“ yang diketuai oleh Dr. Ir. Diana Rachmawati, M.Si., beserta Dosen Pembimbing Lapangan yaitu Adnan Fauzi, S.T., M.Kom., Faik Kurohman, S.Pi., M.Si., dan Dr. Putut Har Riyadi, S. Pi., M.Si.

Sistem RAS Untuk Budidaya Lele Yang Efisien

RAS (Recirculating Aquaculture System) merupakan sistem pemanfaatan air budidaya secara terus menerus dengan menyaring partikel-partikel yang berbahaya seperti kotoran, amonia, nitrit dan nitrat. Dengan menggunakan sistem RAS ini, pembudidaya dapat menekan biaya operasional melalui pengurangan penggunaan air dalam budidayanya.

Mahasiswa KKN-T IDBU 38 UNDIP melakukan sesi dokumentasi bersama pembudidaya di kolam lele

“Air budidaya ini dialirkan ke selokan“ ujar salah satu pembudidaya.

Air yang dibuang begitu saja dapat mencemari lingkungan dan merusak ekosistem sekitar tempat budidaya. Selain itu, menimbulkan bau tidak sedap sehingga dapat mengganggu aktivitas warga sehari-hari. Sehingga, mahasiswa KKN-T IDBU 38 UNDIP memperkenalkan sistem RAS agar air dapat diolah selanjutnya digunakan kembali dan pada akhirnya tidak ada pembuangan air limbah budidaya lagi.

“Sistem RAS ini menyaring kotoran dan senyawa sehingga air dapat digunakan kembali. Oleh karena itu, dapat menghemat penggunaan air“ jelas mahasiswa KKN-T IDBU 38 UNDIP

Sistem RAS ini dapat diaplikasikan di kolam tanah maupun beton bahkan terpal. Penyaringan kotoran atau partikel-partikel yang membahayakan ikan dalam budidayanya dapat menggunakan filter. Filter yang digunakan adalah filter mekanik berupa dakron dan jaring, filter biologis berupa bioball, dan filter kimia berupa karang jahe dan batu zeolit.

Edukasi yang dilakukan langsung ke pembudidaya di kolam lele menadapat respon positif, karena relevan dengan kondisi yang ada di kolam budidaya tersebut yaitu mengenai air limbah budidaya yang dialirkan ke selokan.

Dengan adanya edukasi ini, diharapkan para pembudidaya dapat menerapkan pengelolaan air limbah ini agar dapat menghemat penggunaan air dan juga dapat meminimalisir pencemaran lingkungan sekitar tempat budidaya.