Konten dari Pengguna

Senjata Rahasia Lele Anti Penyakit dari Bahan Dapur

Fitria Chusnul Chotimah

Fitria Chusnul Chotimah

Mahasiswa Departemen Akuakultur Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fitria Chusnul Chotimah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa KKN-T IDBU 38 melakukan sesi foto bersama kelompok budidaya ikan
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa KKN-T IDBU 38 melakukan sesi foto bersama kelompok budidaya ikan

Desa Tambaksari, Kabupaten Kendal (23 Juni 2025) - Mahasiswa KKN Tematik UNDIP sukses melaksanakan sosialisasi bersama kelompok budidaya ikan Desa Tambaksari dengan judul kegiatan “Edukasi Pemanfaatan Bawang Putih Sebagai Imunostimulan Guna Meningkatkan Produksi Budidaya Ikan Lele“. Kegiatan ini merupakan program kerja multidisiplin salah satu anggota Kelompok 3 Tim 38 KKN-T IDBU UNDIP, yakni Fitria dari Program Studi Akuakultur. Sosialisasi ini merupakan bagian dari serangkaian program multidisiplin yang mengusung tema “Peningkatan Produksi Budidaya Perikanan dan Pengolahan Ikan“ yang diketuai oleh Dr. Ir. Diana Rachmawati, M.Si., beserta Dosen Pembimbing Lapangan yaitu Adnan Fauzi, S.T., M.Kom., Faik Kurohman, S.Pi., M.Si., dan Dr. Putut Har Riyadi, S. Pi., M.Si.

Imunostimulan

Imunostimulan bekerja dengan cara meningkatkan sistem imun tubuh agar mampu menghadapi serangan patogen seperti bakteri, parasit dan lain sebagainya. Pertahanan pertama yang langsung merespon keberadaan patogen tanpa mengenali secara khusus jenis patogen tersebut yaitu sistem imun non spesifik. Sistem ini meliputi pertahanan fisik seperti kulit dan lendir ikan yang mengandung berbagai protein. Selain itu, terdapat komponen seluler seperti sel fagosit yang mampu menelan dan menghancurkan patogen. Adapun sistem imun spesifik yang mampu mengenali dan mengingat antigen spesifik yang pernah menyerang tubuh. Sistem imun spesifik melibatkan limfosit B yang menghasilkan antibodi (imunoglobulin) dan limfosit T yang berperan dalam imunitas seluler.

Bawang Putih

Bawang putih merupakan bahan alternatif yang digunakan untuk imunostimulan agar tidak ketergantungan terhadap antibiotik yang dapat menyebabkan resistensi (kebal terhadap obat). Bawang putih mengandung senyawa allicin yang merupakan senyawa antibakteri kuat. Allicin mampu menghambat sintesis RNA dan lipid patogen sehingga mampu membunuh bakteri gram positif dan gram negatif seperti Aeromonas dan Pseudomonas. Adapun senyawa allin yang dapat meningkatkan sel leukosit serta kapasitas sel fagositosis sebagai antibodi. Hal ini dapat meningkatkan sistem imun, sehingga ikan lele dapat menghadapi serangan patogen yang terdapat di lingkungannya.

Cara Pembuatan

Cara pembuatan imunostimulan dari bawang putih dapat dilakukan dengan:

  1. Mengupas bersih bawang putih

  2. Bawang putih diiiris tipis-tipis

  3. Bawang putih dijemur 2-3 hari hingga kering

  4. Irisan bawang putih dihaluskan hingga menjadi serbuk dengan blender

  5. Serbuk disaring untuk memisahkannya dengan gumpalan

  6. Serbuk ditimbang sebanyak 15 gram

  7. Serbuk dilarutkan dalam 100 ml air yang sudah direbus

  8. Larutan dapat dimasukkan ke dalam sprayer

  9. Semprotkan ke pakan secara merata

  10. Pakan dikeringkan lalu dapat langsung diberikan ke pakan

Sosialisasi edukasi yang dilaksanakan di BUMDES Tambaksari mendapatkan respon positif dari kelompok budidaya ikan karena permasalahan yang dihadapi masyarakat mengenai penyakit kuning yang menyerang ikan lele dan menyebabkan kematian. Sehingga diperlukan adanya antisipasi atau pencegahan agar penyakit tersebut tidak menyerang ataupun menular ke ikan lain yang dapat meningkatkan kematian dan berdampak pada penurunan produksi budidaya lele di Desa Tambaksari.

Dengan adanya edukasi ini, diharapkan pembudidaya di Desa Tambaksari dapat melakukan pencegahan terhadap berbagai penyakit termasuk penyakit kuning dengan memanfaatkan bawang putih sebagai bahan alternatif untuk imunostimulan.