Program Kampung Bahasa KKN UMY Untuk Membuka Cakrawala Dunia

Hai! Aku mahasiswa Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Fitria Rahmadhani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Edukasi Bahasa Arab dan Inggris di Padukuhan Mengger

Bahasa adalah jendela dunia. Melalui bahasa, manusia dapat berkomunikasi, memahami budaya lain, serta memperluas wawasan. Menyadari hal tersebut, kami selaku kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 173 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta periode 2025 menghadirkan sebuah program edukatif bernama Kampung Bahasa yang mana program ini secara khusus ditujukan bagi anak-anak sekolah dasar di Padukuhan Mengger, Nglipar, Gunungkidul, dengan fokus terhadap pengenalan dasar bahasa Arab dan Inggris.
Latar Belakang Program
Globalisasi menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan lebih, salah satunya yaitu penguasaan terhadap bahasa asing. Bahasa Arab menjadi penting karena merupakan bahasa agama Islam dan sebagai literatur keilmuan klasik, sedangkan bahasa Inggris dikenal sebagai bahasa internasional yang membuka akses ke dunia modern.
Namun, di tingkat pendidikan dasar, sering kali pembelajaran bahasa asing hanya bersifat formal dan terbatas. Maka dari itu, kami selaku mahasiswa KKN merasa perlu memberikan ruang belajar tambahan yang lebih nyaman, santai, interaktif, dan menyenangkan bagi anak-anak Sekolah Dasar dari kelas 1-6 di Padukuhan Mengger.
Pelaksanaan Kegiatan
Kampung Bahasa dilaksanakan rutin pada setiap hari Jumat dan Sabtu pukul 15.00-17.00 WIB. Pemilihan hari ini dimaksudkan agar anak-anak tetap bisa mengikuti pelajaran sekolah tanpa menganggu waktu istirahat dan belajarnya, sekaligus memiliki aktivitas positif di akhir pekan. Kegiatan berlangsung di Balai Padukuhan Mengger dengan suasana yang sederhana dan fleksibel.
Metode pembelajaran yang kami gunakan dalam program ini bukan seperti kelas formal, melainkan pendekatan kreatif dan interaktif. Anak-anak diperkenalkan dengan kosakata dasar, percakapan sehari-hari, dan hafalan kosa kata baru (vocabulay) yang ringan dan tidak memberatkan. Dalam bahasa Arab misalnya, mereka diajak belajar percakapan sehari-hari, bernyanyi, serta kosakata seputar benda di sekitar ruangan. Sementara untuk bahasa Inggris, pembelajaran difokuskan pada perkenalan diri, nama benda, dan percakapan sehari-hari.
Antusiasme Anak-Anak
Respons anak-anak sangat positif dan antusias. Setiap pertemuan diwarnai dengan tawa, semangat, dan rasa ingin tahu. Meski ada yang awalnya malu-malu, perlahan mereka mulai berani mengucapkan kata-kata baru di depan teman-temannya. Bahkan, beberapa anak terlihat begitu antusias hingga mempraktikannya dengan teman sampingnya.
Bagi kami selaku mahasiswa KKN, hal ini menjadi pengalaman berharga, kami belajar bagaimana menjadi fasilitator yang sabar, kreatif, dan mampu menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakter anak-anak di Dusun Mengger.
Dampak dan Harapan
Program Kampung Bahasa bukan sekadar tentang belajar kosakata asing. Lebih dari itu, kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa percaya diri anak, membiasakan mereka untuk terbuka dengan hal baru, serta menanamkan kesadaran bahwa belajar bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan.
Masyarakat pun menyambut baik inisiatif ini. Orang tua merasa senang anak-anak mereka mendapatkan tambahan ilmu yang bermanfaat. Pemerintah desa juga mendukung kegiatan ini karena sejalan dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Untuk kedepannya, besar harapan agar Kampung Bahasa dapat terus berlanjut, bahkan setelah KKN selesai. Dengan dukungan masyarakat, dan lembaga pendidikan program ini bisa dikembangkan lebih luas, menjadi salah satu ikon pendidikan nonformal yang menjadi ciri khas di Desa.
Penutup
Melalui program ini, mahasiswa KKN tidak hanya berbagi ilmu, tetapi juga menanamkan harapan: bahwa setiap anak, meski berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, tapi memiliki peluang yang sama untuk mendapat ilmu pengetahuan dan meraih impiannya.
