Sosialisasi Virus Kuning: Upaya Edukasi dan Pencegahan untuk Masyaraka

Mahasiswi Universitas Diponegorro
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Fitria Anggraeni tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mahasiswi KKN TIM II Desa Pandean melakukan sosialisasi mengenai PYLCV atau virus kuning yang menyerang tanaman cabai dan merugikan petani di Desa Pandean.

Pandean - Mahasiswi KKN TIM II Desa Pandean melakukan sosialisasi mengenai PYLCV atau virus kuning yang menyerang tanaman cabai dan merugikan petani di Desa Pandean.
Program ini merupakan salah satu program mono disiplin Fitria Anggraeni mahasiswi dari Fakultas Peternakan Pertanian jurusan Agribisnis yang dilaksankan pada tangga [02/08/2024] yang bertujuan untuk memberikan materi mengenai virus kuning dari penyebab, gejala, akibat, dan penanggulangan virus kuning.
Bapak Jajar, Kepala Dusun Pandean Lor, [05/06/2024] menyatakan “ komoditas utama di Desa Pandean itu cabe, tapi cabe disini banyak yang di serang oleh penyakit bule, kita nyebutnya cabe bule. Penyakit itu benar – benar merugikan petani-petani di Desa Pandean”
Produksi cabe menurun dengan cabe yang dihasilkan tidak memiliki ukuran yang normal. Masih banyak petani yang bingung tentang penyakit yang menyerang cabai mereka dan cara mengatasinya.
Ibu sardi [18/07/2024] menyatakan “ penyakit kuning ini apa tho mba?, saya diberi tahu kalau itu virus tapi tidak dikasih tahu cara mengatasinya, saya cuma banyakin pupuk sama insektisida”
Banyak petani yang belum mengetahui bagaimana cara mengatasi dan menghindari tanaman cabai terkena virus kuning. Mereka hanya menggunakan pupuk dan obat dengan meninggikan dosisnya tanpa mengetahui bahwa hal tersebut juga bisa membahayakan tanaman cabai.
Kegiatan sosialisasi ini dilakukan dengan mengumpulkan perwakilan kelompok tani dari setiap 7 dusun yang ada di Desa Pandean. Sosialisasi di isi dengan pemberian materi yang disampaikan oleh mahasiswi mengenai virus kuning dari penyebab, gejala, akibat, dan penanggulangan virus kuning disertai dengan kegiatan sharing antar petani dan juga tanya jawab untuk lebih mematangkan pemahaman tentang virus kuning
sosialisasi ini juga di isi dengan pembagian booklet yang disusun sendiri oleh Fitria Anggraeni yang berisikan semua informasi mengenai virus kuning. Booklet berisikan tentang penyebab, gejala, cara mengatasi, dan penanggulangan terkena virus kuning.
Pak Parno, Ketua GAPOKTAN Desa Pandean, [02/08/2024] menyatakan bahwa “ virus kuning tidak bisa disembuhkan dan tidak bisa diprediksi, tetapi dengan adanya sosialisasi ini semoga bisa menurunkan terkenanya dan menyebarnya virus kuning di tanaman cabai”
Demikian informasi mengenai Mahasiswi KKN UNDIP Tim II yang telah melakukan sosialisasi PYLCV atau virus kuning yang menyerang tanaman cabai dan merugikan petani di Desa Pandean, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang.
