Konten dari Pengguna

Solusi Kreatif Mahasiswa KKN-T Undip, Mengubah Sampah Menjadi Paving Block

Foto bersama dengan Pengelola Sampah, BUMDes Sriwulan
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama dengan Pengelola Sampah, BUMDes Sriwulan

Sriwulan, Kendal (30/07/2025) – Siapa bilang sampah plastik cuma jadi masalah? Fitria Syahida, mahasiswa Program Studi Oseanografi Universitas Diponegoro, mengimplementasikan program KKN-T IDBU Tim 13 Undip dengan fokus pengolahan sampah plastik menjadi paving block di Desa Sriwulan pada 30 Juli 2025.

Masalah Sampah yang Bikin Pusing

Desa Sriwulan menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah anorganik. Kondisi TPA Darupono Kendal yang telah memasuki status darurat dan terancam penutupan menjadi pemicu utama perlunya solusi alternatif. Akumulasi sampah plastik yang sulit terurai dan tidak memiliki nilai ekonomis mendesak adanya terobosan pengelolaan yang berkelanjutan.

Salah seorang perangkat desa dan pengelola sampah yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa permasalahan sampah di desa yang kompleks, dimana sampah anorganik terus menumpuk namun belum dikelola dengan maksimal, terutama sampah plastik yang tidak memiliki nilai ekonomis seperti kresek , styrofoam, mika dan sedotan.

Program Edukasi "From Home to Sea"

Salah satu program KKN-T IDBU Tim 13 Undip yaitu “Edukasi Perjalanan Sampah dari Rumah ke Laut dengan Solusi Kreatif Pembuatan Paving Block dari Sampah Anorganik”.

Melalui pendekatan edukatif, Fitria Syahida menjelaskan bagaimana sampah rumah tangga dapat berakhir di lautan melalui berbagai jalur distribusi seperti angin, hujan, dan aliran sungai.

Materi edukasi yang disampaikan mencakup dampak jangka panjang sampah plastik bagi ekosistem lingkungan. "Mikroplastik berukuran sebesar biji sawi yang tidak kasat mata namun berpotensi membahayakan kesehatan manusia ketika dikonsumsi melalui ikan laut," penjelasan Fitria dalam sesi penyampaian materi.

Solusi Kreatif: Sampah Jadi Paving Block!

Solusi kreatif yang diberikan berupa pembuatan paving block menggunakan tiga komponen utama yaitu limbah plastik yang telah dipilah, oli yang sudah tidak terpakai dan pasir sebagai agregat. Proses pembuatan ini tidak hanya mengurangi volume sampah anorganik, tetapi juga menciptakan produk bernilai ekonomis untuk kepentingan infrastruktur desa.

Demosntrasi pembuatan paving block menggunakan peralatan sederhana

Demonstrasi praktik lapangan menggunakan peralatan sederhana mendapat sambutan antusias dari Unit Pengelola Sampah, Perangkat Desa dan BUMDes setempat. Kegiatan ini dilengkapi dengan penyerahan simbolis cetakan paving block sebagai modal awal implementasi program.

Kolaborasi Multi-Stakeholder

Program ini melibatkan berbagai pihak termasuk Perangkat Desa, BUMDes, Unit Pengelola Sampah, dan pengelola Wisata Arenan Kalikesek. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat menjamin keberlanjutan program setelah masa KKN-T IDBU Tim 13 Undip berakhir.

Sesi diskusi interaktif memberikan ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman dan mengeksplorasi kemungkinan pengembangan lebih lanjut. Antusiasme tinggi yang ditunjukkan peserta mengindikasikan potensi besar adopsi peralatan sederhana ini dalam skala yang lebih besar.

Simbolis penyerahan alat pencetak paving block

Visi Jangka Panjang

Program ini sejalan dengan rencana pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Desa Sriwulan. Pendekatan ini dapat memberikan banyak manfaat yaitu pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi lokal. Program ini diharapkan menjadi penggerak bagi masyarakat, khususnya Unit Pengelola Sampah, untuk mengembangkan pengelolaan sampah berkelanjutan.

Keberhasilan program KKN-T IDBU Tim 13 Undip ini merefleksikan komitmen Universitas Diponegoro dalam mendukung pembangunan masyarakat desa yang berkelanjutan. Program ini berpotensi menjadi contoh bagi desa-desa lain yang menghadapi permasalahan serupa, sekaligus membuktikan bahwa solusi lingkungan dapat diciptakan melalui pendekatan yang sederhana namun efektif.