Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Membudayakan Tradisi Lebaran Setiap Tahun: Mudik dan Sungkem
2 April 2025 12:36 WIB
·
waktu baca 4 menitTulisan dari Florecyta Novelia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Idul Fitri atau yang biasa kita sebut lebaran adalah momen yang paling dinanti oleh semua umat Islam. Lebaran ini dapat mempertemukan keluarga serta saudara jauh berkumpul kembali dan membuat momen baru setiap tahunnya. Seperti yang kita tahu, mudik merupakan cara tiap keluarga untuk berkumpul dan bertemu dengan saudara jauh yang telah lama tidak berjumpa.
ADVERTISEMENT
Di Stasiun Purwokerto, antrean panjang telah memenuhi jalur keberangkatan. Banyak pemudik yang sangat antusias sehingga memenuhi Stasiun Purwokerto dari pagi hingga malam. Di tengah hiruk-pikuk keberangkatan, ada suasana haru yang terasa hingga hati di berbagai titik stasiun. Pelukan erat, lambaian tangan, dan pesan hati-hati dari setiap orang terhadap keluarga yang ingin mudik menjadi suatu pemandangan yang menghangatkan. Bagi banyak orang, mudik bukan sekadar perjalanan melainkan tradisi turun temurun untuk berkumpul dengan keluarga dan bersilaturahmi yang bermakna.
Tradisi Sungkem yang Turun Temurun
Setelah perjalanan mudik yang panjang, apa hal pertama yang dilakukan oleh pemudik begitu tiba di rumah? Bagi keluarga Wibowo, tradisi sungkem menjadi prioritas utama untuk dilakukan pertama kali. Suasana haru memenuhi seisi rumah keluarga Wibowo, anak-anak duduk bersimpuh di hadapan orang tua, mencium tangan orang tua mereka dan mengucapkan permintaan maaf atas segala kesalahan yang telah lalu.
ADVERTISEMENT
"Sungkem itu salah satu tradisi keluarga kita saat Idul Fitri di setiap tahunnya dan juga berkumpul dengan keluarga jauh rasanya sangat menyenangkan karena kita semua hanya bisa berkumpul dengan lengkap saat libur lebaran saja," ujar Heri, kepala rumah tangga keluarga Wibowo.
Momen dari tradisi sungkem ini juga menjadi satu hal yang dapat membangun keharmonisan keluarga dan bisa menjadi lebih dekat lagi dengan keluarga jauh yang datang untuk berkumpul bersama dalam rumah keluarga Wibowo.
Pembagian THR
Tradisi sungkem saat lebaran pastinya akan menjadi salah satu momen yang paling mengharukan. Pasti ada air mata haru mengalir membasahi muka saat sungkem di hadapan orang tua. Namun setelah sungkem, momen setelahnya yang paling ditunggu-tunggu yaitu pembagian THR.
ADVERTISEMENT
Pembagian THR ini juga merupakan tradisi yang selalu dilakukan keluarga Wibowo setelah kegiatan sungkem. Mengapa tradisi ini sangat dinantikan? Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap orang tua, sungkem seringkali diikuti dengan momen berbagi rezeki. "Biasanya setelah sungkem itu, kami para orang tua pastinya menyiapkan sedikit rezeki untuk anak-anak sebagai bentuk menebarkan kebahagiaan. Ada begitu banyak saudara yang datang dari berbagai kalangan bukan hanya Islam saja yang dapat THR," ujar Ceci, ibu keluarga Wibowo.
Ketika pembagian THR ini dapat dirasakan aura kebahagiaan yang dipancarkan oleh anak-anak yang telah menerima THR tersebut. Saudara dari keluarga Wibowo pun hadir dalam momen ini walaupun tidak ikut merayakan Idul Fitri ini. "Walaupun saya tidak ikut puasa dan merayakan Idul Fitri, saya tetap dapat THR dan pastinya saya senang dong dapat THR", ujar Gracea, keponakan dari keluarga Wibowo.
ADVERTISEMENT
Momen Kebersamaan
Setelah momen haru dari tradisi sungkem dan momen kebahagiaan dari anak-anak ketika mendapatkan THR. Namun, lebaran bukan hanya soal THR tetapi momen kebersamaan yang sesungguhnya baru saja mulai setelahnya yaitu pada saat keluarga besar duduk bersama dan berbagi cerita di ruang tamu.
Di ruang tamu keluarga Wibowo, gelak tawa dan obrolan mulai terdengar memenuhi seluruh ruangan. Saudara-saudara yang jarang berkumpul mulai saling berbincang, membagikan cerita kehidupan masing-masing dan mengenang masa lalu yang sangat di rindukan.
"Sebenarnya yang paling ditunggu itu ya kayak gini, ngobrol dan cerita-cerita satu sama lain. Ketawa dan bercanda sambil mengenang cerita masa lalu", ujar Agung, saudara dekat keluarga Wibowo.
Lebaran akan selalu menjadi momen yang paling dinantikan oleh setiap orang. Lebaran bukan hanya liburan biasa tetapi perjalanan liburan yang berisi kerinduan, lalu diwujudkan dengan mudik dan dihangatkan oleh tradisi sungkem serta kebersamaan keluarga. Dari stasiun yang menjadi saksi bisu dari sebuah rasa rindu yang mendalam hingga ruang tamu yang dipenuhi rasa haru akan selalu menjadi sebuah ingatan yang tidak akan pernah ditinggalkan dan dilupakan.
ADVERTISEMENT
Dan ketika perayaan lebaran usai, semuanya akan kembali ke kehidupan masing masing dengan suasana hati yang hangat karena kerinduan yang telah terobati. Lebaran bukanlah sekadar hari raya yang akan terus dilakukan tetapi tentang keluarga, perasaan dan rumah yang selalu akan diingat dan dirindukan.
Selamat Merayakan Idul Fitri saat ini, mohon maaf lahir dan batin.