Konten dari Pengguna

Disebut Top Predator, Komodo Bisa Memangsa Anaknya Sendiri

florespedia

florespediaverified-green

Tim florespedia

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari florespedia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Agak berbeda dengan hewan buas lainnya. Seganas - ganasnya harimau tidak mungkin memangsa anaknya sendiri. Pepatah ini tidak berlaku bagi reptil purba raksasa di Taman Nasional Komodo (TNK) yakni hewan komodo.

Komodo di kawasan ini memiliki naluri membunuh yang sangat tinggi. Boleh dibilang lebih baik membunuh daripada dibunuh.

Kepala Seksi pengelolaan kawasan TNK wilayah I pulau Rinca, Djunius Boeky Jumat (8/2) menjelaskan komodo merupakan hewan dengan julukan top predator di kawasan TNK. Uniknya Hewan yang satu ini memangsa anaknya sendiri. Baik itu telur yang di hadirkannya sendiri maupun anaknya yang baru menetas.

Hewan Komodo di Balai Taman Nasional Komodo (TNK) Manggarai Barat. Foto oleh florespedia/Kumparan

Anehnya saat sebelum proses bertelur yang berlangsung pada Agustus- September, sang induk menggali lobang sarang menimbun tanah dan mengali lobang tanah lebih dari tujuh bagian untuk bertelur.

Tujuannya agar tidak diketahui hewan lainnya (Kamuflase). Biasanya komodo mengunakan lubang bekas gundukan tanah yang dibuat oleh sarang burung gosong (megapodius reir wardt) ini dijadikan sarang bertelurnya komodo. Induk komodo lalu menggali beberapa lubang. Dari sekian banyaknya lubang yang ada, hanya ada satu lubang yang terisi telur komodo.

Staf Teknis Balai TNK Bagian Analisa Pergerakan dan Penghitung Populasi Komodo, Jakson Benu menuturkan telur komodo yang di hasilkan induk biasanya 25 hingga 30 butir telur.

Masa inkubasi 4 bulan, prosesnya sembilan bulan kemudian telur komodo akan menetas menjadi anak komodo. Biasanya pada bulan Maret - April telur komodo menetas. Dari sekian puluh butir tidak semuanya menetas tergantung temperatur suhu tanah. Bahkan kemungkinan sebagian telur itu sudah di makan hewan lain. Tergantung faktor keberuntungan alam itu sendiri.

Setelah bertelur induk komodo menutupnya dengan tanah secara merata pada semua lubang. Pada masa ini, induk terus menjaga telur itu agar tidak di mangsa hewan lain,seperti,kucing hutan, kera, komodo lain,ayam hutan atau babi hutan.

Ketika beranjak memasuki musim hujan November dirasa nyaman karena lubang tanah lainnya tertutup rapat oleh hujan. Induk kemudian menjauh mencari mangsa sesekali datang mencek sarangnya.

Jauh lebih anehnya, selama empat bulan menjaga telurnya induknya pun bisa memakan telur itu sendiri karena saking laparnya selama 4 bulan tak mencari makan. Dimasa itu Komodo betina sangat galak sehingga bagi wisatawan yang berkunjung diharapkan berhati- hati.

Proses kawin antara komodo jantan dan betina memang cukup unik. Tak lasim seperti hewan lain. Uniknya, saat sebelum bersetubuh,biasanya komodo jantan dengan jatan harus melakukan pertarungan satu lawan satu untuk mendapatkan siapa yang lebih jantan atau kuat.

Hal ini tabiat alami,bukan karena minimnya betina atau merebut makanan namun tiap kali musim kawin komodo di bulan Juni dan Juli.

Ukuran komodo dewasa sebesar dua meter hingga tiga meter. Dengan bobot berat badan dari 80 kg hingga150 kg lebih tergantung asupan makanan. Komodo hidup hingga berumur 70 tahun lebih tergantung kondisi alam.

Cara Hidup Anak Komodo Agar terhindar Korban Dimangsa Induknya Jakson Benu menjelaskan setelah menetas di bulan Maret atau April, dari total telur komodo 25 butir hingga 30 butir itu,kemungkinan besar yang bertahan hidup antara 10 ekor anak komodo bahkan hanya tersisah 5 ekor.

“ Makanya jangan kaget,komodo memangsa anaknya sendiri. Kalau alam yang beruntung bisa jadi 10 hingga 15 ekor anak komodo hasil tetasan “ ujarnya.

Lanjut Jakson Benu, kehidupan anak reptil komodo setelah menetas anak komodo terus mewaspadai dari ancaman hewan buas lainnya. Anak hewan komodo ini mencari perlindungan di atas pohon.

Biasanya di pohon lontar yang sudah tua dan lapuk. Karena di puncak pohon lontar yang lapuk ada lubang menjadi tempat hunian sementara bagi anak komodo selama 2 hingga 3 tahun. Komodo dewasa tak mampu panjat pohon.

Diatas pohon anak komodo memangsa tokek, cecak, jengkrik atau kupu kupu termasuk burung berukuran pipit dan sejenisnya. Ancaman keselamatan terbesar bagi anak komodo kerap datang dari hewan pemangsa daging seperti burung elang mata rantai makanan alam berkesinambungan tergantung keberuntungan," jelas Jakson Benu. (FP-04)