Konten Media Partner

Sepekan Minyak Tanah Langka di Kota Kupang

florespediaverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Keterangan foto: Antrian warga saat ingin mendapatkan minyak tanah di pangkalan.
zoom-in-whitePerbesar
Keterangan foto: Antrian warga saat ingin mendapatkan minyak tanah di pangkalan.

KUPANG-Bahan bakar minyak jenis minyak tanah di Kota Kupang, NTT mulai langka lebih dari sepekan.

Dengan mulai langka, banyak warga yang mengeluh karena tidak dapat kebagian jatah saat mengantri di pangkalan minyak tanah.

Yacoba.G, warga Kelurahan Batuplat Kecamatan Alak, Kota Kupang, ini mengaku sudah satu pekan lebih susah mendapatkan minyak tanah.

Bahkan ia telah mencari hingga beberapa pangkalan di kelurahan lain, namun hasilnya nihil.

Menurut Yacoba, yang merupakan seorang penjual jajanan kue, sejak beberapa hari ini, dirinya sudah ikut mengantri di pangkalan namun tidak mendapat minyak tanah.

Karena tidak dapat minyak tanah, ia rela membeli dengan harga Rp10.000 per botol yang diisi dalam botol air mineral berukuran besar.

"Hari ini mengantri lagi di pangkalan yang dekat rumah, sehingga mendapat minyak tanah," ungkapnya.

Ia juga berharap agar kuota minyak tanah di Kota Kupang kembali normal, karena sebagian besar warga sangat membutuhkan apalagi jelang perayaan natal dan tahun baru.

"Semoga kembali normal seperti biasa, andaikan harga mau dinaikkan tolong pihak yg menyalurkan minyak ini menginformasikan dengan jelas.

Karena kami masyarakat semua butuh. Kami masyarakat ekonomi menengah belum semua bisa pakai gas," ungkap Yacoba. G

Salah satu pemilik pangkalan minyak tanah di Kelurahan Batuplat, Jefri Nalle, mengatakan, kelangkaan ini bisa terjadi karena kebijakan dari pemerintah, maupun dari pihak Pertamina.

Karena beberapa bulan lalu setiap pangkalan mendapatkan 5 drum minyak tanah, namun sekarang dikurangi menjadi 4 drum saja.

"Jadi kita pemilik pangkalan hanya ikut-ikut aturan saja. Hari ini kita bagi 4 drum habis semua tapi banyak warga yang tidak dapat jatah," ujarnya.

Ditambahnya, karena banyak yang mengantri dirinya berencana memakai kupon dan lebih mengutamakan warga setempat agar mendapatkan.

Kontributor: Willy Makani.