25 Nakes RSUD dr Hendrikus Fernandez, Flotim, Positif COVID-19
·waktu baca 2 menit

LARANTUKA - Sebanyak 25 orang Tenaga Kesehatan (nakes) di RSUD dr. Hendrikus Fernandez, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) terpapar COVID-19.
Karena itu, Direktur RSUD dr. Hendrikus Fernandez, Larantuka, dr. Sanny memerintahkan agar mereka isolasi mandiri.
Para nakes itu terpapar COVID-19 setelah hasil pemeriksaan Rapid Antigen dinyatakan positif corona.
"Kami yang terpapar sampai hari ini 25 orang. Kendala paling besar yakni masalah ketenagaan/nakes", ungkapnya, Jumat (25/6).
dr. Sanny juga mencemaskan terbatasnya Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga kesehatan yang bekerja di ruangan ISO Covid.
"Kalau APD kami memungkinkan maka bisa bertahan sampai bulan Agustus", ujarnya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Flores Timur, Matias Enay juga prihatin dengan nasib tenaga nakes.
"Di bawah atap rumah sakit ini, sudah ada 25 saudara-saudari kita yang sudah terdampak. Mereka adalah garda terdepan," terang Matias sewaktu melakukan inspeksi di rumah sakit tersebut, Jumat (25/6).
Dirinya bahkan menegaskan agar Pemda Flores Timur harus secepatnya memperhatikan kesejahteraan para nakes.
"Jadi pemerintah jangan main-main dengan insentif mereka", tegasnya.
Kepala Ruangan ISO Covid, Maria Vianney Balela menuturkan, besar kemungkinan para nakes yang bekerja menangani pasien COVID-19 terkonfirmasi positif corona.
"Mungkin kami juga sudah terpapar. Tapi kami tidak mau periksakan diri, karena kami tidak ada gejala. Kalau kami positif siapa yang rawat pasien. jadi kami minimal menggunakan APD semua," papar Maria.
Karena itu, Maria berharap Pemda Flotim segera menambah APD dan fasilitas lainnya seperti bed tempat tidur untuk pasien dan lain-ainnya.
