Konten Media Partner

3 Guru di NTT Tinggal di Sekolah Akibat Rumah Rusak Diterjang Angin

florespediaverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rumah dinas guru di SDN Hepang yang rusak dihantam angin kencang.Foto: istimewa.
zoom-in-whitePerbesar
Rumah dinas guru di SDN Hepang yang rusak dihantam angin kencang.Foto: istimewa.

MAUMERE - Sebanyak dua unit rumah dinas guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Hepang, Desa Nenbura, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, rusak diterjang hantaman angin kencang.

Angin kencang yang terjadi pada 4 Januari lalu menyebabkan rumah guru yang terbuat dari bilah bambu beratap seng ini pun mengalami rusak berat.

Kasimirus Medo Lewar, Guru ASN SDN Hepang, yang menempati rumah dinas yang ambruk tersebut, yang ditemui, Minggu malam (9/2/2020) mengatakan sudah delapan tahun rumah guru ini jadi langganan angin kencang. Angin kencang yang terjadi pada 4 Januari lalu menyebabkan dua unit rumah guru rusak berat.

Akibat kondisi rumah rusak berat, tiga guru PNS mengungsi dan tinggal di ruang kelas. Tiga guru PNS itu yakni, Kasimirus Medo Lewar, Ermelinda Elviata, dan Maria Margaretha.

Rumah guru lainnya di SDN Hepang, Kabupaten Sikka yang rusak diterjang angin kencang. Foto: istimewa.

Dikatakan Kasimirus Medo Lewar, rumah guru ini dibangun sejak Tahun 2012 oleh orang tua murid SDN Hepang. Kontruksi bangunan berupa bambu, berdinding pelupu, beratap seng, dan berlantai tanah. Rumah ini dibangun berkat swadaya murni dari orangtua murid Dusun Hepang, Desa Nenbura.

kumparan post embed

Dua unit rumah guru ini salah satunya dihuni oleh pasangan suami istri PNS, Kasimirus Medo Lewar dan Ermelinda Elviata bersama 2 anaknya sejak tahun 2012 dan satunya oleh guru yang masih bujang.

"Kami punya rumah tinggal di Maumere, dan itu terlalu jauh bagi kami untuk mengajar di Nenbura. Tapi karena ini tugas mengabdi maka kami betah tinggal di sini walaupun dengan kondisi rumah tinggal seadanya. Hanya saja kami berharap ada uluran tangan dari pemerintah atau pihak lain yang peduli," ungkap Kasimirus.

Lanjut Kasimirus, sejak 2012 sampai sekarang dua unit rumah guru ini seperti berlangganan badai angin setiap musimnya. Saat musim angin kencang, pihaknya harus mengungsi.

Ruang kelas yang disekat menjadi rumah darurat bagi guru yang rumahnya rusak diterjang angin kencang. Foto: istimewa.

Lanjut Kasimirus, karena kondisi rumah dinas yang serba darurat, pada beberapa kesempatan pihaknya pernah menyampaikan kepada pemerintah desa setempat. Kesempatan lain, pada Desember 2018 lalu, bahkan pernah menyampaikan langsung kepada Bupati Sikka terpilih pada saat kunjungan serah terima hibah tanah untuk pembangunan rumah sakit pratama di Kampung Hepang To'at, Desa Nenbura.

Saat itu bupati memberi signal baik dengan berjanji akan merealisasikan rumah guru ini di tahun 2019. Namun janji itu hingga kini belum terjawab.

"Kami berharap semoga ini menjadi pertimbangan Bapak Bupati Sikka untuk membantu memperbaiki rumah dinas guru di SDN Hepang yang rusak ini," ujarnya.

Liputan Warga oleh Mus Muliadi.

kumparan post embed