Konten Media Partner

4 Alat Deteksi Dini Tsunami Terpasang Jelang G-20 di Labuan Bajo

florespediaverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto : Puncak Waringin, Labuan Bajo, Manggarai Barat. Foto : Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Foto : Puncak Waringin, Labuan Bajo, Manggarai Barat. Foto : Istimewa

KUPANG - Menjelang pelaksanaan G-20 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT pada bulan November 2022 mendatang, sebanyak empat alat pendeteksi dini bahaya tsunami telah terpasang.

Peralatan yang telah terpasang itu bertujuan untuk memberikan informasi gempa bumi dan tsunami serta menunjang sistem peringatan dini Tsunami yang disebut Indonesia Tsunami Early Warning System (INATEWS). Selain itu, BMKG juga telah memasang sirene tsunami yang berfungsi untuk memberikan peringatan dini tsunami kepada masyarakat yang berlokasi di Puncak Waringin Labuan Bajo.

"Persiapan kita tidak sebatas protokol kesehatan saja, tapi juga keselamatan dan keamanan bagi pengunjung," kata Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng, Selasa (26/4/2022).

Protokol keselamatan yang disiapkan dimulai dari penerapan mitigasi bencana, seperti rambu evakuasi di jalanan dan alat pendeteksi gempa. Dalam koordinasi dengan BMKG, telah terbangun shelter gempa bumi yang memiliki sensor seismograf untuk mengukur getaran pada permukaan bumi.

Kabupaten Manggarai Barat sendiri memiliki lima shelter gempa bumi dengan rincian tiga shelter yang terinstal sensor seismograf dan dua shelter yang akan diinstal pada tahun 2022. Shelter yang telah terinstal dengan sensor seismograf yakni shelter gempa bumi di Kecamatan Kuwus, kota Labuan Bajo, dan Desa Golo Mori.

BMKG juga memasang Warning Receiver System (WRS) New Generation BMKG untuk memberikan informasi dini ketika terjadi gempa, sehingga langkah penanganan terhadap informasi bencana yang diberikan akan semakin cepat, khususnya gempa bumi dan tsunami. Dua alat WRS tersebut dioperasikan di Kantor BPBD Manggarai Barat dan Pos SAR Labuan Bajo.

Selain koordinasi bersama BMKG, Pemkab Manggarai Barat juga menjalin komunikasi dengan Basarnas. Kiranya Basarnas pun akan membantu satu unit helikopter untuk kelancaran kegiatan internasional tersebut. Helikopter tersebut diberikan sebagai bentuk persiapan dan berjaga-jaga ketika terjadi hal yang tidak diinginkan saat pengunjung melakukan aktivitas menyelam.

Selanjutnya, pemerintah juga memastikan pengamanan selama kegiatan berlangsung. Kegiatan pengamanan dilakukan lintas sektor, khususnya oleh TNI dan Polri di wilayah Manggarai Barat.

"Kita ingin mereka merasa aman dan nyaman selama berada di Manggarai Barat," tandas Weng.

Untuk diketahui, salah satu poin penting dalam Presidensi G20 Indonesia adalah Tourism Working Group (TWG) G20 yang berfokus pada upaya transformasi pariwisata berbasis komunitas dan UMKM demi pariwisata yang lebih tangguh.

Menariknya, Labuan Bajo akan jadi salah satu lokasi penyelenggaraan Tourism Working Group (TWG) G20 yang rencananya akan berlangsung hingga puncak acara pada bulan November 2022. Kemenparekraf sendiri nantinya akan fokus dalam upaya transformasi pariwisata berbasis komunitas dan juga mengembangkan UMKM demi pariwisata Indonesia dan global yang lebih tangguh.