Konten Media Partner

6 Warga Sikka yang Reaktif Rapid Test Dievakuasi ke Puskesmas Waigete

florespediaverified-green

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga yang dinyatakan reakrif rapid test divekuasi untuk menjalani karantina di Puskesmas Waigete, Kabupaten Sikka, Kamis (21/5/2020) malam. Foto: Mario WP Sina.
zoom-in-whitePerbesar
Warga yang dinyatakan reakrif rapid test divekuasi untuk menjalani karantina di Puskesmas Waigete, Kabupaten Sikka, Kamis (21/5/2020) malam. Foto: Mario WP Sina.

MAUMERE- Tim kesehatan Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Sikka pada Kamis (21/5/2020) malam mengevakuasi 6 warga Kabupaten Sikka yang dinyatakan reaktif rapid test untuk menjalani karantina di Puskesmas Waigete, Kecamatan Waigete.

Pantauan media ini, tiba di gedung baru Puskesmas Waigete, warga yang reaktif disemprot disinfektan oleh relawan kesehatan dari Puskesmas Waigete.Usai disemprot disinfektan, warga yang reaktif diantar oleh perawat yang mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) menuju ruang inap.

Ditemui di lokasi, Camat Waigete, Even Edomeko mengatakan malam ini telah dievakusi sebanyak 6 warga reaktif yang berasal dari Desa Nangahale, Desa Ilinmedo dan Kampung Wuring.

Terkait adanya penolakan masyarakat, Camat Even mengungkapkan Pemerintah Kecamatan Waigete belum sempat memberitahu kepada masyarakat dikarenakan dirinya mendapat kabar kemarin, Rabu (20/5/2020), yang mana tiba - tiba ada pendropingan perlengkapan karantina.

Lanjutnya, setelah pihaknya menjelaskan pagi tadi masyarakat bisa menerima dan siap mendukung.

Sementara itu Kepala Puskesmas, Yohanes Eudes mengatakan 6 warga yang reaktif rapid test yang dipindahkan ke Puskesmas Waigete terdiri dari 1 warga Desa Ilinmedo, 3 warga Desa Nangahale dan 2 dari Wuring.

"Hari ini 6 orang reaktif yang dievakuasi, kami belum tahu apakah besok ada penambahan atau tidak. Kami menunggu dari kabupaten," jelas Yohanes Eudes.

Ia menambahkan untuk penanganan warga karantina yang reaktif akan dibantu oleh 4 orang perawat dan 1 orang analis kesehatan yang merupakan personil di Puskesmas Waigete.

Lanjutnya, pihaknya akan meminta dari Gugus Tugas Kabupaten untuk menambah relawan kesehatan yang menangani warga yang reaktif.

Untuk perawat dari Puskesmas Waigete yang sudah membantu akan tetap menangani warga yang reaktif ini dan tidak membantu pelayanan kesehatan bagi warga umum yang datang berobat di Puskesmas Waigete.