Konten Media Partner

70 Desa di Sikka Dilanda Kekeringan, 11 Ribu Penduduk Alami Krisis Air Bersih

florespediaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi

MAUMERE – Sebanyak 70 desa di Kabupaten Sikka, Provinsi NTT mengalami krisis air bersih akibat dilanda kekeringan akibat kemarau panjang yang melanda wilayah itu.

Menanggapi kondisi itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) siap menyalurkan bantuan air bersih di 70 Desa yang terdampak kekeringan dan krisis air bersih akibat musim kemarau.

"Tim kami siap menyalurkan air bersih untuk 70 desa yang tersebar di 17 kecamatan dengan jumlah KK sekitar 11 ribu orang yang terdampak bencana kekeringan dan krisis air bersih," kata Kepala BPBD Kabupaten Sikka, Muhammad Daeng Bakir kepada florespedia saat ditemui di ruang kerjanya, Senin(4/10).

Dikatakannya, sesuai Surat Edaran Bupati Sikka, menyampaikan dan telah memerintahkan BPBD Sikka untuk melakukan suplai air ke setiap wilayah terdampak kekeringan guna mengantisipasi kekurangan air bersih.

"Memang pada dasarnya, beberapa desa dalam wilayah Kabupaten Sikka setiap tahun mengalami kekeringan. Karena kita tahu curah hujan diwilayah kita sangat kecil ," ujarnya.

Dalam melakukan pendistribusian air bersih, pihaknya juga telah melakukan pertemuan untuk menyiapkan sarana-prasarana baik transportasi maupun kelengkapan data.

"Dari data yang ada pada kami, sebanyak 11 ribu masyarakat yang terdampak bencana kekeringan dan membutuhkan suplai air bersih," ungkap Daeng Bakir.

Dalam membantu penanganan kekeringan, kata Daeng Bakir, pemerintah daerah juga telah memberikan bantuan sebesar Rp 200 juta rupiah.

Lanjutnya, dalam melakukan pendistribusian air bersih, BPBD menyewa mobil tangki tambahan untuk menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa yang mengalami kekeringan karena jumlah mobil tangki air milik pemerintah daerah terbatas.

"Kita juga akan berkoordinasi dengan lintas sektor seperti mobil tangki PDAM, POLRI, KODIM untuk membantu menyalurkan air bersih ke desa-desa. Dan kita juga berencana akan menyewa mobil tangki masyarakat untuk mendistribusikan air. Saya kira ini langkah yang kita siapkan untuk menghadapi kekeringan untuk beberapa bulan ke depan," sebut Daeng Bakir.

Daeng Bakir juga mengatakan, BPBD Sikka akan mengantisipasi dampak bencana kekeringan hingga tiga bulan ke depan. Saat ini Pemkab Sikka telah menetapkan status darurat bencana kekeringan sejak 25 September hingga 24 Oktober 2021.

"Tim kami telah persiapan untuk penanganan dampak kekeringan, terutama pasokan air bersih bagi masyarakat terdampak hingga memasuki musim hujan," ucap Daeng Bakir.

Kontributor : Athy Meaq