Aliansi Wartawan Sikka Kecam Tindakan ASN di Sikka yang Intimidasi Wartawati
·waktu baca 2 menit

MAUMERE - Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) akhirnya memberikan tanggapan terkait tindakan oknum ASN yang melakukan intimidasi terhadap wartawati media online Floresku.com, Elisabeth Mardat.
Ketua Aliansi Wartawan Sikka (AWAS), Ruben Suban Raya, kepada media ini, Kamis (3/2) mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh oknum ASN itu menandakan bahwa dia tidak mengerti pola kerja Pers.
"Mestinya kalau wartawan melihat ada kejanggalan lalu dia wawancara atau wartawan menulis berita seturut pernyataan narasumber lalu dirasa ada kejanggalan, ya dijelaskan duduk masalahnya bukan bukan intimidasi. Wartawan bekerja tu ada aturan yang mengatur. Dan itu harus dipahami setiap kalangan apalagi dia seorang ASN," jelasnya.
Atas tindakan oknum ASN itu, Ketua Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) yang adalah wartawan TVRI itu mengecam keras.
Sementara itu, wartawan senior, Karel Pandu, mengatakan bahwa, oknum ASN yang sudah melakukan tindakan intimidasi terhadap wartawati media online Floresku.com dan melecehkan profesi wartawan, harus menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh wartawan.
"Dan dia harus menjelaskan alasan-alasan, kenapa dia bisa mengungkapkan bahwa wartawan bisa dibeli, wartawan itu penjilat, wartawan gampang diatur kemudian wartawan tidak punya nyali dan lain sebagainya, itu harus dia sampaikan secara runut kepada wartawan terutama kepada yang diintimidasi," tegas Karel Pandu, wartawan Timex ini.
Dirinya juga dengan tegas mengatakan bahwa penyampaian permohonan maaf harus disampaikan kepada seluruh media melalui flayer dan dipasang di semua media di Kabupaten Sikka.
Sementara itu, Albino Siku, orang yang menelpon Mardat pertama kali dan meminta menghapus berita terkait proyek air minum Ijokutu, pada Kamis (3/2) siang sudah menemui Mardat, wartawati media online Floresku.com dan sejumlah wartawan lainnya dan sudah menyampaikan permohonan maaf dan mengaku dalam pengaruh alkohol.
Namun, setelah menyampaikan permohonan maaf, sejumlah wartawan yang ada saat itu menanyakan alasan dirinya meminta Elisabeth Mardat untuk menghapus berita terkait proyek Ijukutu.
Albino Siku berasalan bahwa saat itu dirinya hanya bercanda. Penjelasan ini berbeda dengan penjelasan pada malam setelah kejadian itu terjadi yaitu Albino Siku berasalan bahwa dirinya meminta Mardat menghapus berita untuk menenangkan situasi.
"Situasinya seperti apa sampai harus minta hapus berita," tanya sejumlah wartawan.
Atas penjelasan Albino Siku yang berbeda ini, sejumlah wartawan terus mendesak agar Albino Siku untuk mengungkapkan alasan dirinya meminta Mardat menghapus berita terkait proyek Ijukutu yang sebenarnya.
Kontributor : Albert Aquinaldo
