Anggota DPD RI, Angelius Wake Kako Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Paga, Sikka

MAUMERE- Anggota DPD RI asal Provinsi Nusa Tenggara Timur, Angelius Wake Kako, S.Pd, M.Si menyosialisasikan Empat (4) Pilar Kebangsaan di depan puluhan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, perangkat desa, pemuda dan tokoh pendidikan di Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka. Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini berlangsung di Aula Kantor Camat Paga, Rabu (12/2/2020) pagi.
Camat Paga, Mauritius Minggo saat membuka kegiatan sosialisasi mengungkapkan empat pilar kebangsaan merupakan konsep penyangga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang begitu beragam dan begitu luas. Dengan kondisi yang luar biasa ini harus disangga oleh empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.
"Hari ini Bapa Anggota DPD khusus berkenan hadir untuk melakukan sosialiasi ini. Harapanya kita mengikuti dengan baik supaya yang menjadi penting adalah kita dapat amalkan itu dalam kehidupan kita sehari - hari terkait empat pilar kebangsaan ini. Supaya empat pilar ini tetap kokoh untuk menyanggah bangsa ini," ungkap Mauritius Minggo.
Anggota DPD RI, Angelius Wake Kako mengatakan negara memandang bahwa keberadaan empat pilar kebangsaan ini penting untuk disosialisasikan melalui lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Sebagai Anggota DPD RI melekat juga sebagai Anggota MPR RI. Bicara empat pilar menjadi kewenangan MPR RI.
Lanjut Senator Anjelo, demikian ia akrab disapa mengatakan dalam perjalanan waktu terjadi kekosongan terkait diskursus dasar bernegara, sehingga negara memandang penting dan memberikan kewenangan kepada MPR untuk memulainya.Bahkan, saat ini bukan hanya di MPR tetapi juga di eksekutif dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
"Setelah rezim Soeharto lepas. Semuanya lepas. Orang melihat di zaman Presiden Soeharto hanya indoktrinasi atau hafalan terhadap pancasila dan UUD 1945. Notabene hanya menghafal, padahal jauh lebih penting adalah implementasi," ungkap Senator Anjelo.
Dikatakan Anjelo, persoalan yang lain adalah kondisi negara saat ini begitu tidak stabil. Terjadi pergolakan yang berkaitan dengan ideologi. Ketika zaman berubah, hari ini kita disusupi oleh ideologi - ideologi yang berasal dari luar. Ideologi yang cenderung memisahkan.
"Selama ini sudah bersatu. Tetapi ada orang yang ingin mengganggu keberadaan negara ini dengan ideologi - ideologi yang menyesatkan dan gerakan yang ekstrem. Berhadapan dengan kondisi ini, salah satu yang bisa kami lakukan adalah dengan sosialisasi empat pilar kebangsaan," ungkap Senator Anjelo.
Lanjutnya, dengan begitu, kita bisa menata kembali nilai - nilai yang sudah selama ini menjadi bagian dari kehidupan kita.
Ia menambahkan, kita di Flores, NTT mesti bersyukur karena kita menjadi penyumbang ideologi negara ini yakni Pancasila. Pancasila digali dari nilai - nilai yang ada dalam kehidupan kita yaitu gotong royong.
"Coba kita refleksikan sejenak, apakah gotong royong itu masih kuat hari ini. Saya yakin ini sudah mulai luntur. Padahal gotong royong adalah modal sosial yang sangat besar yang sekiranya harus dihidupkan lagi oleh semua kita terutama di kampung," jelasnya.
Senator Angelo menuturkan arus besar di Senayan hari ini kelihatan akan mengarah kepada amandemen UUD 1945. Hampir setiap partai pun menyetujui, Kami di DPD pun setuju untuk ikut mendorong.
"2021 ini sudah mulai diwacanakan tapi dengan satu hal, kita sudah kunci tidak boleh mengganggu yang namanya pembukaan UUD 1945. Boleh amandemen batang tubuhnya. Pembukaan yang berkaitan dengan dasar negara pancasila, itu sudah final dan tidak boleh diutak - atik lagi," jelas Senator Anjelo.
Salah seorang peserta sosialisasi yang ditemui usai kegiatan, Tedjo Banda Seko mengapreasiasi kehadiran Anggota MPR RI yang hari ini mensosialisasikan keberadaan empat pilar kebangsaan bagi para pemuda, perangkat desa, perangkat kecamatan dan unsur kepemudaan di Kecamatan Paga.
"Sebagai orang muda, kami senang hari ini diberi pemahaman dan penguatan terkait empat pilar kebangsaan," ungkap Tedjo Banda Seko.
Pantauan florespedia, pada kesempatan itu, Senator AWK juga membagikan buku - buku terkait program empat pilar kebangsaan kepada setiap peserta sosialisasi.
Kedatangan Senator Anjelo disambut dengan ceremonial adat dan pengalungan selendang oleh tua adat Desa Paga, Kecamatan Paga. Sebelum sosialisasi empat pilar kebangsaan di Kantor Camat Paga, Senator Anjelo menyempatkan waktu untuk berdialog dengan perwakilan masyarakat Desa Paga yang juga merupakan konstituennya saat pencalonan menjadi Anggota DPD RI.
Usai sosialisasi, Senator Anjelo berkunjung ke Gereja Santo Yohanes Pemandi Paga guna berdialog dengan umat Stasi Paga terkait pembangunan gereja yang sementara berlangsung.
