Bandara Wunopito Lembata Ditutup Akibat Terdampak Abu Vulkanik

LEMBATA- Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur kembali erupsi pagi tadi kira-kira pukul 09.45 Wita. Ketinggian kolom abu mencapai lebih kurang 4.000 meter di atas puncak.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan barat.
Pantauan BMKG Stasiun El Tari Kupang terhadap penerbangan dari dan ke Lembata terganggu, akibat terdampak abu vulkanik.
"Berdasarkan data satelit ini, dipastikan bahwa salah satu bandara terdampak adalah bandara Wunopito Lewoleba. Notam sudah diterbitkan Kemenhub, karena yang sudah terjadi adalah debu vulkanik sudah terjadi di Bandara Wunopito," kata Focaster BMKG Stasiun El Tari, Sulton Kharisma.
Menurutnya, Notice To Airmen (Notam) dikeluarkan oleh Kementrian Perhubungan yang berisikan informasi mengenai penetapan, kondisi atau perubahan di setiap fasilitas aeronautika, pelayanan, prosedur atau kondisi berbahaya, berjangka waktu pendek dan bersifat penting untuk diketahui oleh personel operasi penerbangan.
"Informasi Notam penutupan bandara Wunopito/Lewoleba mulai 12.58 Wita hingga 17.00 Wita (operasional bandara) hari ini," tutup Sulton Kharisma.
