Konten Media Partner

Bangunan Gedung Lama SMAN 1 Mauponggo, NTT Ludes Dilalap Si Jago Merah

florespediaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Satu unit gedung lama SMA Negeri 1 Mauponggo, Kabupaten Nagekeo yang ludes dilalap api, Kamis (30/4/2020 sore. Foto: istimewa.
zoom-in-whitePerbesar
Satu unit gedung lama SMA Negeri 1 Mauponggo, Kabupaten Nagekeo yang ludes dilalap api, Kamis (30/4/2020 sore. Foto: istimewa.

MBAY- Satu unit gedung lama SMA Negeri 1 Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hangus terbakar, Kamis (30/4/2020) pada pukul 17.30 WITA.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun barang-barang bekas berupa Komputer, kursi, meja dan alat Band yang sudah tidak terpakai lagi, hangus terbakar. Kerugian di perkirakan puluhan jutah. Sementara sumber api tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh Penyidik Polres Nagekeo.

Hal itu disampaikan Kapolres Nagekeo AKBP Agustinus Hendrik Fai kepada media ini Jumat (1/5) siang.

Dikatakan AKBP. Hendrik berdasarkan salah seorang saksi mata yang menyaksikan peristiwa kebakaran itu, Silvester Ngia menyebutkan kebakaran mulai terjadi sekitar Kamis (30/4/2020) sore.

"Saksi mendengar anak-anak berteriak minta tolong kepada warga bahwa ada asap tebal dari dalam bangunan gedung sekolah, kemudian saksi langsung menuju ke TKP dan melihat ada kobaran api yang sudah membesar yabg melalap bangunan gedung lama sekolah SMA N 1 Mauponggo yg telah dijadikan gudang sekolah tersebut," ungkap AKBP Hendrik.

Saksi Sil mengaku sudah berusaha memadamkan api dengan cara menyiramkan air namun persediaan air yang ada cuma satu ember sehingga tidak bisa memadamkan.

Hal yang sama disampaikan saksi lainnya, Wilfridus Susu. Saat ia baru pulang kerja dan setibanya dirumah, saksi langsung makan. Saat makan, ia mendengar suara banyak orang yang berteriak minta tolong bahwa ada kebakaran.

Mendengar hal tersebut, ia langsung menuju ke TKP dan melihat gudang sekolah sudah dilalap api. Ia pun langsung menghubungi warga lain via HP agar dapat segera mungkin membantu memadamkan api. Namun usahanya sia-sia karena saaat warga tiba di tempat kejadian, semua sudah ludes terbakar.

Untuk diketahui bangunan tersebut berukuran 21X8 meter persegi dibagi 3 ruangan menjadi 7×8 meter persegi dan dan dilengkapi meteran listrik.

Gedung itu hanya menyimpan barang-barang inventaris yang rusak yang disimpan didalam bangunanan itu berupa komputer rusak sebanyak 15 unit, kursi 20 unit, meja 20 unit, serta alat-alat band, yang sudah tidak dipakai lagi. Semuanya hangus terbakar.