Konten Media Partner

BPBD Sikka Siapkan Gedung Cho Sik untuk Lokasi Karantina Baru

florespediaverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala BPBD Sikka, M. Daeng Bakir saat berada di lokasi karantina di gedung Chok Sik. Foto : Athy Meaq
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BPBD Sikka, M. Daeng Bakir saat berada di lokasi karantina di gedung Chok Sik. Foto : Athy Meaq

MAUMERE - Ledakan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Sikka semakin tinggi. Hal ini membuat Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka menyiapkan sebuah bangunan tua di belakang pabrik Chok Sik di Jalan Litbang, Kelurahan Kota Uneng, Kabupaten Sikka, NTT menjadi lokasi karantina pasien COVID-19.

Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah(BPBD) Kabupaten Sikka, M.Daeng Bakir yang dikonfirmasi media ini ,Selasa(6/7) mengatakan saat ini pihaknya sudah menyiapkan ruang karantina baru yakni gedung tua di belakang pabrik Chok Sik. Mengingat sejumlah ruangan karantina terpusat yang disiapkan oleh pemerintah sudah terisi semua. Termasuk ruang isolasi RSUD TC Hillers Maumere juga sudah penuh dengan pasien COVID-19.

"Kita punya ruangan karantina sudah terisi pasien COVID-19. Jadi saat ini kita sudah siapkan gedung tua di belakang pabrik Chok Sik. Kapasitas ruangan cukup luas dan saat ini kita siapkan 100 tempat tidur,"ungkap M. Daeng Bakir.

Saat ini, kata Daeng Bakir, pihaknya menunggu laporan dari masing-masing kecamatan jika ada pasien yang harus di karantina terpusat, maka pihaknya siap mengalihkan ke gedung tersebut.

Menurutnya, pemerintah Kabupaten Sikka mempunyai cadangan tempat tidur yang masih cukup dan apabila kurang, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tc Hillers Maumere untuk menambah lagi tempat tidur yang memang tidak dipakai lagi di rumah sakit sehingga bisa difungsikan.

“Ledakan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 terus meningkat dan kita berharap tim satuan gugus COVID-19 di tingkat kecamatan, puskesmas untuk tetap stand by disana. Kalaupun ada yang bisa dikawal di kecamatan di karantina di kecamatan dan tim satgas COVID-19 Kabupaten tetap mengkawal, prinsipnya bahwa pemerintah Kabupaten Sikka siap hadir untuk mengatasi COVId-19 dan berharap kasus corona ini cepat selesai,"ujarnya.

Ia juga berharap peran serta masyarakat akan kesadaran pribadi masing-masing dalam menjalankan protokol kesehatan dengan 5 M yang saat ini ditambah menjadi 6 M.

“Ini yang kita harapkan peran serta dari masyarakat dan kesadaran masyarakat dalam menegakan protokol kesehatan mematuhi protokol kesehatan mulai dari 3M, 5 M bahkan sekarng 6M adalah peningkatan amal ibadah. Saya kira kalau itu dilaksanakan oleh masyarakat tentu tidak ada masalah," jelasnya.

Lebih lanjut M. Daeng Bakir mengatakan, salah satu upaya mencegah ledakan kasus COVID-19 yakni dengan cara melakukan penyemprotan disinfektan secara massal di semua lokasi yang akan dilaksanakan mulai besok, Rabu(7/7) dengan titik start di Polres Sikka.

"Kemarin, Senin(5/7) melalui rapat koordinasi tingkat kabupaten disepakati untuk melakukan upaya disinfektan masal,"terangnya.

Disinfektan massal diprioritaskan untuk wilayah yang terpapar COVID-19 setelah itu dilanjutkan dengan daerah berpotensi.

Kontributor : Athy Meaq