Konten Media Partner

BPN NTT Tinjau Lokasi Permohonan HGU di Sikka, Warga Demo dan Blokade Jalan

florespediaverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Keterangan foto: Ratusan warga dari komunitas adat memblokade jalan Trans Flores yang akan dilewati tim peninjau lokasi permohonan eks HGU Nangahale-Patiahu, Selasa (20/6/2023).
zoom-in-whitePerbesar
Keterangan foto: Ratusan warga dari komunitas adat memblokade jalan Trans Flores yang akan dilewati tim peninjau lokasi permohonan eks HGU Nangahale-Patiahu, Selasa (20/6/2023).

MAUMERE-Ratusan warga dari komunitas adat Suku Soge dan Suku Goban menggelar aksi demo di pintu masuk eks HGU Patiahu di Patiahu, Desa Runut, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Selasa (20/6/2023) pagi hingga sore hari.

Dalam aksi demo itu, ratusan warga memblokade jalan nasional Trans Flores Maumere -Larantuka saat rombongan Bupati Sikka bersama PT. Kris Rama dan kepala kantor wilayah BPN ATR Provinsi NTT tiba di lokasi. Dikarenakan dialog menemui jalan buntu, rombongan peninjau ini pun terpaksa kembali pulang ke Maumere.

Keterangan foto: Bupati Sikka dan BPN NTT saat menemui masyarakat adat di Patiahu, Selasa (20/6/2023). Foto: istimewa.

Perwakilan masyarakat adat yang juga Kepala LPMA Wairkung, Yakobus Juang, kepada media mengatakan, pihaknya menolak keras dan tidak mengakui tindakan penanaman pilar di atas tanah eks HGU Nangahale-Patiahu, sebelum ada tindak lanjut oleh pihak pemerintah terhadap SK.134/HK/2020 tentang pembentukan tim terpadu.

“Warga menolak keras dan tidak mengakui tindakan penanaman pilar di atas tanah eks HGU Nangahale-Patiahu dari pihak manapun dan kapanpun sebelum ada kesepakatan bersama antar pihak,” ujarnya.

Yakobus Juang juga mengatakan, apabila ada tindakan pihak lain yang mengganggu aktivitas pihaknya di atas tanah ulayat Suku Soge dan Suku Goban yang mengakibatkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, maka menjadi tanggung jawab pemerintah.