Konten Media Partner

Buntut 2 Warga Tewas Tabrakan, Ratusan Warga Nagekeo Gelar Demo

florespediaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aksi demo Forum Rendu Bersatu, Kamis (14/11). Foto: Arkadius Togo.
zoom-in-whitePerbesar
Aksi demo Forum Rendu Bersatu, Kamis (14/11). Foto: Arkadius Togo.

MBAY-Kurang lebih 500 warga Rendu, yang tergabung dalam Forum Rendu Bersatu, Kamis (14/11), melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung Bupati, Kantor Polsek Aesesa, dan DPRD Nagekeo.

Aksi ini menyikap kejadian laka lantas yang mengakibatkan meninggalnya suami istri almarhum Damianus Doze dan Almarhum Afelina Rikes, akibat tertabrak kendaraan pengangkut material dari lokasi milik PT SAK (Surya Agung Kencana) pada 7 November 2019 di jalan trans Aemali-Danga tepatnya di Pisa. 

Dalam demonstrasi tersebut, ratusan warga Rendu, didampingi Pastor Paroki Kristus Raja Jawakisa, Pater Emilianus Ndona, SVD sebagai salah satu penanggung jawab.

Sebelum memasuki Kota Mbay dan melakukan demonstrasi di depan Kantor Bupati, DPRD, dan Polsek Aesesa, Forum Rendu Bersatu berdemo di depan jalan masuk menuju lokasi proyek PT SAK seraya menutup jalan masuk dengan barisan batu.

Dalam aksi damai, forum ini juga menyampaikan pernyataan sikap antara lain ; segera menghentikan kendaraan over tonase yang melintasi jalur Aemali-Danga. Segera melakukan peningkatan ruas jalan Aemali-Danga.

Selain itu, segera melakukan proses hukum seadil-adilnya kepada pelaku sopir truk, memberikan bantuan sosial kepada anak-anak dari orang tua koraban kecelakaan khsusnya pendidikan dan kesehatan sehingga nasib masa depan mereka tidak terabaikan begitu saja.

Forum ini juga meminta PT.SAK untuk menghentinkan aktifitas pada lokasi di Aemau.

Menanggapi aksi demo, Sekda Nagekeo, Lukas Mere mengatakan akan meninjau kembali ijin operasional yang di gunakan oleh PT SAK. 

Bukan hanya itu Pemda Nagekeo akan memberikan sumbangan duka kepada keluarga korban.

Sementara itu, ketua DPRD Nagekeo, Marselinus Ajo Bupu mengatakan bahwa di tahun 2020 ruas jalan itu akan dikerjakan.

"Ruas jalan Aemali-Danga tahun 2020 akan ada peningkatan sebanyak 10 miliar," ujarnya.

Hal senada disampaikan Kapolsek Urban Aesesa AKP Ahmad saat menjawab permintaan Forum Rendu Bersatu. Ia mengatakan pada saat kejadian Polsek urban Aesesa yang turun dan menangani langsung di tempat kejadian perkara (TKP). 

Dikatakan terkait dengan kendaraan besar, pihaknya akan mengundang semua pihak terkait untuk membahas hal ini. Sementara di tempat dipertigaan Danga-Aemali, akan membangun pos lantas.

Terkait kasus itu Kata Kapolsek sudah di limpahkan ke satuan lalu lintas Polres Ngada.

Untuk diketahui, pada lokasi PT. SAK, masa Forum Rendu bersatu melakukan penutupan pada jalan pintu masuk dengan menggunakan batu serta memasang baliho yang bertuliskan "Stop aktifitas PT SAK di wilayah Boajeru". (Arkadius Togo)

. (Arkadius Togo)