Konten Media Partner

Camat Ile Ape Timur, Lembata, Minta Warga Tidak Konsumsi Air Hujan

florespediaverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Keterangan foto: Camat Ile Ape Timur (tengah) bersama Kepala UPTD Puskesmas Lama'au (kiri) dan Kepala Desa Lamatokan (kanan). Foto : Teddi.
zoom-in-whitePerbesar
Keterangan foto: Camat Ile Ape Timur (tengah) bersama Kepala UPTD Puskesmas Lama'au (kiri) dan Kepala Desa Lamatokan (kanan). Foto : Teddi.

LEMBATA - Camat Ile Ape Timur, di Kabupaten Lembata Niko Watun menghimbau semua masyarakat di wilayahnya untuk tidak mengkonsumsi air hujan untuk kebutuhan harian.

Menurutnya, air hujan yang biasanya ditampung untuk dikonsumsi tidak lagi steril karena sudah terkontaminasi abu vulkanik hasil erupsi gunung api Ile Lewotolok.

"Berbahaya untuk kesehatan apalagi rata-rata daerah ini ada di lerang gunung api," ungkap Niko Watun kepada media usai launching program Inovasi Sahabat Kita yang diselenggarkan UPTD Puskesmas Lama'au di Desa Lamatokan, Jumat (14/1).

Karena itu, kata dia, warga tujuh desa di Ile Ape Timur itu untuk sementara waktu perlu mengkonsumsi air bersih dari sumur bor, PDAM dan sumur air tanah yang tidak tercampur abu vulkanik gunung api.

"Jarak antara pemukiman warga dengan gunung api lumayan dekat sehingga harus ada antisipasi ," ujarnya.

Ia pun meminta agar desa-desa di sekitar lereng gunung yang memiliki sumur air tanah harus menghindari guguran abu vulkanik yang bisa menciptakan polusi di dalam sumur dan bisa mengancam kesehatan masyarakat.

"Sebab kondisi sumur terbuka jadi material apa saja bisa jatuh kedalam termasuk abu vulkanik," sebutnya.

Selain itu, mantan Camat Buyasuri ini menjelaskan bahwa semua warga di Ile Ape Timur yang masih aktif bekerja kebun di pemukiman kampung pun harus tetap waspada.

Ia meminta semua warga tetap mematuhi himbauan dari Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok (PPGA) Lembata dengan tidak melakukan aktifitas di dalam radius tiga kilometer dari puncak kawah.

"Status gunung kan masih pada level tiga (Siaga) jadi semua orang harus waspada," terangnya.

Sementara itu, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian membenarkan hal itu. Dia meminta warga untuk hati-hati mengkonsumsi air hujan.

Menurutnya, jika terjadi erupsi sudah pasti ada muntahan abu vulkanik seperti pasir, kerikil dan zat lainnya jatuh di sekitar lereng, namun tidak sedikit material juga jatuh di pemukiman warga.

Kondisi ini yang kemudian, berpotensi menimbulkan polusi pada mata air, sungai, kali dan bahkan sumur yang kondisinya selalu terbuka setiap saat.

Apalagi, sebutnya, material vulkanik hasil erupsi gunung api sangat berbahaya bagi kesehatan bahkan bisa mengancam keselamatan warga.

"Masing-masing warga perlu antisipasi saja, PPGA hanya sebatas menghimbau, pemerintah yang punya tugas untuk teknis di lapangan," jelasnya.

Terkait guguran material erupsi, phak PPGA rutin mengambil sampel di sejumlah daerah di Ile Ape dan Ile Ape Timur.

Tujuan pengambilan sampel itu, kata dia, untuk mengetahui zat apa saja yang terkandung di setiap muntahan material gunung api itu.

"Kalau tercampur di air maka berbahaya sekali untuk kesehatan, apalagi untuk orang-orang di kampung," jelas Ara Kian.

Ihwal itu, pihak PPGA mengeluarkan beberapa rekomendasi, di antaranya :

(1) Masyarakat di sekitar gunung Ile Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 kilometer dari puncak/kawah.

(2) Masyarakat desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah gunung Ile Lewotolok.

(3) Mengingat potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya maka masyarakat yang berada disekitar gunung Ile Lewotolok agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut maupun perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

(4) Mengingat abu vulkanik hingga saat ini jatuh di beberapa sektor di sekeliling gunung Ile Lewotolok maka masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung Ile Lewotolok agar mewaspadai ancaman lahar terutama disaat musim hujan.

(5) Seluruh masyarakat maupun instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan status maupun rekomendasi gunung Ile Lewotolok setiap saat melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Play. Para pemangku kepentingan di sektor penerbangan dapat mengakses fitur VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation).

(6) Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di Pulau Lembata, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax) dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi gunung Ile Lewotolok yang tidak jelas sumbernya.

(7) Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos PGA Ile Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.