Di tengah Pandemi COVID-19, Harga Obat di Manggarai Melambung Tinggi
·waktu baca 2 menit

RUTENG - Seiring meningkatnya angka penderita COVID-19 beberapa minggu terakhir di Kabupaten Manggarai, permintaan terhadap obat-obatan pun terjadi peningkatan.
Situasi itu malah dimanfaatkan oleh oknum-onkum yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan secara tidak wajar. Akibatnya, di sejumlah tempat penjualan obat atau apotek harga obat-obatan melambung tinggi di luar batas kewajaran.
Yosep Mbos, salah seorang warga asal Desa Ndehes, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengaku kesal dengan salah satu apotik yang berada di ibu kota kabupaten itu. Sebut saja Apotik Omega yang terletak di Kelurahan Watu, Kecamatan Langke rembong.
Yosep mengaku bahwa sebelumnya, harga obat yang biasa ia beli berkisar Rp 55. 000, kini naik menjadi Rp 150.000.
"Kebetulan saya punya anak sakit, itu terus obatnya, nah obat Stesolid habis di farmasi, dari rumah sakit suruh cari di apotek luar. Harga normal biasa Rp55.000," pungkasnya melalui pesan whatsapp kepada media ini, Jumat (9/7)
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa pada saat dirinya membeli obat tersebut di apotek Omega ada hal yang janggal dan tidak biasa dia jumpai pada saat ia membeli obat tersebut sebelumnya.
"Ada yang janggal adik, harga HET. RP 50181 yang tulis di luar kulit obat, pihak apotek coret pake spidol, lalu kasi masuk harga Rp 150.000 serta dengan stempel apotek Omeganya," kerangnya
Demi anaknya yang sedang menderita sakit, ia terpaksa membeli obat dengan harga yang mahal.
"Ya karena anak saya masih sakit, terpaksa saya beli pak," tutupnya.
Sementara itu, media ini berusaha mengkonfirmasi pihak Apotek Omega namun hingga berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi.
