Konten Media Partner

Foto Truck Masuk di Pulau Rinca Diadang Komodo, Viral di Media Sosial

florespediaverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Truck yang memasuki pulau Rinca Taman Nasional Komodo, dihadang biawak komodo. Foto: istimewa.
zoom-in-whitePerbesar
Truck yang memasuki pulau Rinca Taman Nasional Komodo, dihadang biawak komodo. Foto: istimewa.

LABUAN BAJO- Sebuah foto yang menunjukkan satu truck memasuki pulau Rinca dalam rangka pembangunan Geopark dalam Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Kabupaten Manggarai Barat, NTT, ramai dibahas di media sosial. 

Foto tersebut ramai dibagikan di berbagai platfrom media sosial seperti facebook, whattsapp, instagram, dan twitter, dengan berbagai caption. 

Gregorius Afioma salah satu peneliti di Sunspirit For Justice and Peace mengupload foto tersebut di akun instagramnya, @gregoriusafioma, Jumat (23/10/2020) malam. 

Afioma mengatakan, foto tersebut diperolehnya dari rekannya yang saat itu berada di Pulau Rinca.

"Foto yang saya unggah di instagram itu benar. Foto itu dikirim teman saya yang saat iti berada di Pulau Rinca," ungkap Afi sapaan Afioma saat dikonfirmasi, Minggu malam.

Afioma menjelaskan, jika dari awal model pembangunan seperti itu tidak dilakukan, maka mungkin tidak akan ada truck yang masuk dalam kawasan tersebut. Bukan soal bangunan saja, tetapi, model pengembangan pariwisata ke depannya yang lebih berbasis investasi. 

Afioma melanjutkan, ada kekeliruan yang prinsipil dalam pengelolaan wisata alam di Pulau Rinca. Pembangunan Geopark di Pulau Rinca, akan membuka ruang bagi pengusaha lainnya untuk melakukan hal yang sama di sana. 

Afioma menyebut, sebelumnya ada juga sejumlah ijin yang belum dicabut di dalamnya. Pada tahun 2018 diprotes keras oleh aktivis lingkungan. 

"Sebut saja PT. SKL di Pulau Rinca dan PT KWE," ujar Afioma.

Afioma mengatakan, ke depan, dengan mengedepankan zona pemanfaatan oleh pemerintah, pengusaha akan membangun dan terus membangun akhirnya penuh seperti Labuan Bajo. Padahal jika dilihat,  karakteristik konservasi Komodo beda dengan dengan konservasi karakteristik binatang langkah lainnya. 

Afioma mengatakan, masyarakat yang sedari dulu hidup dalam kawasan konservasi Taman Nasional Komodo dilarang membangun ini dan itu. Tetapi, pemerintah sendiri, yang menginisiatif pembangunan dengan skala besar seperti yang ada saat ini. 

"Bagimana Pemerintah mengatakan ini pembangunan ramah lingkungan untuk keberlangsungan hidup Komodo, sementara prosesnya sendiri, mereka membawa mobil ke dalam kawasan," kata Afioma. 

Terkait foto satu truck yang masuk dalam kawasan TNK dan terlihat diadang Komodo, menurut Afi, kondisi itu menggambarkan, Komodo sedang terganggu dengan situasi yang terjadi di Pulau Rinca.

"Memang kompleks untuk melihat kondisi itu. Semua orang bisa menafsir foto tersebut. Tetapi, saya melihatnya sedih dan kecewa juga terkait adanya pembangunan itu," ujar Afioma.