Konten Media Partner

"Gola Kolang", Produk Kemasan dari BUMDes KOLAREK di Manggarai Barat

florespediaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gula aren murni dalam kemasan "Gola Kolang" hasil produksi BUMDes KOLAREK, Kabupaten Manggarai Barat.Sumber foto : Istimewa.
zoom-in-whitePerbesar
Gula aren murni dalam kemasan "Gola Kolang" hasil produksi BUMDes KOLAREK, Kabupaten Manggarai Barat.Sumber foto : Istimewa.

Komitmen Pemerintah pusat melalui Dana Desa (DD) yang fantastis mendorong pemerintahan di tingkat desa untuk terus berinovasi dalam berbagai bidang, bidang ekonomi salah satunya.

Untuk memaksimalkan penggunaan Dana Desa, Pemerintah pusat juga memerintahkan semua desa di Indonesia mengalokasikan Sebagian DD untuk kegiatan pemberdayaan dan pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES).

Desa Sompang Kolang, Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat ini punya cara sendiri memanfaatkan Desa. Melalui BUMDes yang diberi nama KOLAREK, Pemerintah Desa setempat lansung tancap gas dengan memproduksi gula merah dalam kemasan yang diberi nama Gola Kolang.

Nama BUMDES sendiri merupakan akronim dari nama kampung di Desa tersebut yaitu Kolang, Lawi, dan Redek atau disingkat KOLAREK.

BUMDES KOLAREK yang berdiri pada 2017 lalu itu, memilih mengembangkan "Gola Kolang" karena menghasilkan gula merah merupakan mata pencaharian turun temurun dari leluhur mereka. Selain itu, produk warisan leluhur itu juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar Lokal, regional,maupun nasional kelak.

"Mengapa memilih golang kolang? Ya, karena gola kolang sudah merupakan produk turun temurun yang diwariskan dari nenek moyang dan banyak orang kolang yg sukses karena pengaruh dari gola kolang. Atas dasar itu kami sepakat memilih dan memperkenalkan gola kolang dengan kemasan" kata Wiliandy Say,Ketua BUMDES KOLAREK, Sabtu (04/05).

Menurut Wilyandi, dengan dukungan bahan mentah berupa air nira dari pohon aren, produksi gula dalam kemasan ini pun mulai dilakukan setelah kepengurusan BUMDES dibentuk.

Semua proses produksi dilakukan dengan cara sederhana seperti yang dilakukan warga disana selama ini. Meski demikian, hal baru yang mereka lakukan adalah mengemas gula dalam bentuk kemasan dengan menyematkan merek diluar kemasan produk tersebut.

Setelah produksi pertama sukses dilakukan, BUMDES ini selanjutnya memasarkan hasil produksi mereka di beberapa hotel di Labuan Bajo, Ibukota Kabupaten Manggarai Barat.

"BUMDES selama ini sudah memasarkan produk ini ke beberapa hotel di Labuan Bajo dengan melibatkan mitra kerja kami yaitu LSM YAKINESS",jelasnya.

Memilih Labuan Bajo bukan tanpa alasan, menurut dia, kebutuhan gula merah dalam kemasan pada Hotel di Labuan Bajo cukup tinggi. Setiap hotel disana pasti membutuhkan brown sugar dalam kemasan untuk pemanis.

Anggota BUMDes KOLAREK berpose dengan Gola Kolang yang siap dipasarkan.Sumber foto : Istimewa.

Menghadapi Berbagai Kendala

Semangat BUMDES Kolarek memproduksi dan memasarkan tetap dihadapkan dengan berbagai soal. Wilyandi menjelaskan, salah satu soal yang mereka hadapi adalah terkait ketersediaan bahan mentah.

Menurut dia, air Nira dari Pohon aren di Desa nya saat ini dimanfaatkan oleh warga untuk dua jenis produk, salah satunya adalah untuk menghasilkan minuman keras yang dikenal dengan sebutan tuak atau sopi.

"Kita kadang kewalahan kalau stok air nira habis. Warga disini banyak yang memilih memproduksi tuak atau sopi karena dianggap lebih cepat mendatangkan uang bagi mereka",jelasnya.

Selain soal bahan baku, proses pemasaran mereka juga mengalami tantangan. Tantangan dalam pemasaran tersebut datang dari konsumen yang mempertanyakan label dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dalam kemasan produk.

"Banyak yang bertanya soal izin dari BPOM, kami memang sedang memperjuangkan itu. Kalau bukan BPOM, kami dianjurkan untuk kantongi sertifikasi Produk industri Rumah Tangga atau PIRT",tuturnya.

Dia berharap dukungan pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk membantu mereka mendapatkan sertifikasi produk tersebut sehingga dapat melakukan pemasaran dengan normal.(FP-06).