Gunung Ile Lewotolok di Lembata Erupsi Lagi, Tinggi Kolom Abu Capai 2.023 Meter
·waktu baca 3 menit

LEMBATA - Aktivitas vulkanik gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terjadi, baik siang maupun malam.
Dilaporkan oleh petugas Pos Pengamat Gunung Api (PPGA) Ile Lewotolok bahwa terjadi erupsi vulkanik pada pukul 08.00 Wita.
"Tinggi kolom abu teramati kurang lebih 600 meter diatas puncak atau lebih kurang 2.023 meter diatas permukaan laut," ungkap petugas PPGA Ile Lewotolok, Jefri Pugel kepada media, Senin (13/12).
Walau begitu, lontaran material vulkanik masih berada di dalam radius tiga kilometer atau jauh diluar batas jarak yang direkomendasikan PPGA dan tidak berbahaya bagi masyarakat yang bermukim di luar radius tiga kilometer.
Status gunung api Ile Lewotolok hingga hari ini masih berada pada status level III (Siaga) namun erupsi yang terjadi sejauh ini tidak besar seperti pada 29 November 2020 lalu dimana tinggi kolom abu mencapai 4000 meter.
Erupsi yang terjadi hari ini juga terpantau memiliki kolom abunya berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah Barat dan Barat Laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 27 mm dan durasi ± 2 menit 15 detik.
"Letusan disertai dentuman sedang," kata Jefri Pugel.
Terkait hal ini, pihak PPGA Ile Lewotolok mengeluarkan sejumlah rekomendasi antara lain :
[1] Masyarakat di sekitar gunung Ile Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah gunung Ile Lewotolok. Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah gunung Ile Lewotolok.
[2] Mengingat potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya maka masyarakat yang berada disekitar gunung Ile Lewotolok agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut maupun perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
[3] Mengingat abu vulkanik hingga saat ini jatuh di beberapa sektor di sekeliling gunung Ile Lewotolok maka masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung Ile Lewotolok agar mewaspadai ancaman lahar terutama disaat musim hujan.
[4] Seluruh masyarakat maupun instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan status maupun rekomendasi gunung Ile Lewotolok setiap saat melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Play. Para pemangku kepentingan di sektor penerbangan dapat mengakses fitur VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation).
[5] Seluruh pihak agar menjaga kondusifitas suasana di Pulau Lembata, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax) dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi gunung Ile Lewotolok yang tidak jelas sumbernya.
[6] Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos PGA Ile Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.
