Konten Media Partner

Gunung Ile Lewotolok di Lembata Kembali Erupsi, Warga Diimbau Waspada

florespediaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Keterangan foto: Gunung Ile Lewotolok kembali erupsi pada Sabut (14/1/2023). (Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Keterangan foto: Gunung Ile Lewotolok kembali erupsi pada Sabut (14/1/2023). (Istimewa)

LEMBATA-Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyampaikan terjadi erupsi Gunung Api Ile Lewotolok, di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

PVMBG mengimbau agar warga mengenakan masker supaya terhindar dari gangguan pernapasan.

Erupsi Gunung Api Ile Lewotolok terjadi pada Sabtu (14/1/2023), pukul 07.47 Wita. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 400 meter di atas puncak atau kurang lebih 1.823 meter di atas permukaan laut.

"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah timur. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 8.6 mm dan durasi 35 detik," ungkap PVMBG melalui Kepala Pos Pengamat Gunung Api (PPGA) Ile Lewotolok, Stanis Ara Kian, Sabtu (14/1/2023).

Atas dasar itu, masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok diminta tidak memasuki atau tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung.

"Masyarakat Desa Lamawolo, Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dan awan panas dari bagian timur puncak/kawah G. Ili Lewotolok," kata Ara Kian.

Selain itu, PVMBG pun meminta agar masyarakat mengenakan masker. Sehingga, terhindar dari penyakit gangguan pernapasan atau ISPA.

"Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar Gunung Ile Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit," ujar Ara Kian.

Peringatan pun disampaikan kepada warga sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Ile Lewotolok.

"Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Ile Lewotolok agar selalu waspada," tandas Ara Kian.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan penurunan status aktivitas Gunung Ile Lewotolok dari Siaga (level III) menjadi Waspada (level II) terhitung sejak tanggal 27 Desember 2022 pukul 18.00 Wita.