Hama Ulat Penggerek Batang Serang Puluhan Hektare Padi Petani di Aeramo, NTT

MBAY-Puluhan hektare (ha) lahan sawah milik petani sawah di wilayah Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo diserang hama ulat penggerek batang.
Akibatnya pertumbuhan tanaman padi yang baru berumur 10 hari hingga 30 hari terganggu. Hama ulat itu awalnya menyerang bagian daun padi masih muda. Kemudian menggerek bagian batang atas hingga turun ke bawah.
"Dua hari saja tidak bisa dicegah, satu petak lahan sawah ukuran 250 meter habis digasak hama ulat penggerek itu," ujar salah petani asal Emanuel Oko kepada Wartawan Kamis (23/7/2020).
Dia mengatakan bahwa hama ulat penggerek itu sudah menyerang lahan sawah petani sejak dua pekan lalu. Saat itu tanaman padi baru berumur berkisar 5 hari hingga 10 hari.
Untuk mengatasi serangan tidak lebih parah, petani berusaha melakukan penyemprotan racun pestisida. Namun karena serangan sangat parah, ada diantaranya gagal terselamatkan.
"Kita sudah usaha namun tidak bisa atasi," ujarnya.
Menurut Eman kondisi seperti ini dirinya mulai kebingungan, sudah berbagai cara dilakukan hingga penyemprotan insektisida yang harganya lumayan tinggi tidak juga menunjukkan tanda-tanda hilangnya hama tersebut.
Satu hektar yang sudah digarapnya hampir dipastikan gagal panen, jika ini terjadi maka akan mengalami kerugian sekitar delapan jutaan, sejak penyemain hingga berbuah.
"Jujur saya sudah bingung, selain kerugian jutaan rupiah, hama ulat ini juga terus menerus mengerogoti tanaman padi lainya, baru kali ini terjadi, biasanya hama tikus, wereng saja tapi tidak separah ini,” ujarnya.
Senada yang disampaikan Mike (54) juga salah seorang petani, mengaku tanaman padi digarapnya, juga mulai diserang hama ulat penggerek batang.
Bila masalah ini lambat tertangani, tidak menutup kemungkinan juga terancam gagal panen dan mengalami kerugian yang cukup besar
Untuk itu, drinya berharap kepada pemerintah agar memperhatikan nasib para petani di Desa Aeramo, sesegera mungkin mencarikan solusi atau antisipasi hama tersebut. Hal ini dikarenakan ini sudah sangat meresahkan petani, apalagi padi sudah mulai berbuah penyakit hama datang, tentu sangat menyakitkan.
“Saya berharap pemerintah dapat segera membantu para petani mencarikan jalan keluarnya, karena hama ulat tersebut sepertinya belum ada obat, sudah berbagai macam insektisida disemprotkan belum juga hilang,” ungkapnya.
Pejabat Sementara Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo Clementina Dawo yang dihubungi media ini membenarkan hal itu.
Ia mengatakan akan segera mengambil langkah guna memberantas hama ulat penggerek batang yang menghantui masyarakat petani. Salah satu langkah yang akan dilaksanakan adalah dengan penyemprotan secara massal, namun tentu sebelumnya turun kelapangan untuk mengamati dan meneliti sehingga dapat diketahui secara pasti.
"Saat ini tim dari Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo sedang berada di sawah, untuk mendata pemilik sawah yang terserang hama tersebut," ujarnya.
Yang jelas dinas pertanian sangat merespon keluhan masyarakat petani dan tidak akan tinggal diam, dari sejak awal penanaman terus kita kawal hingga panen nanti.
Dia mengatakan terkait obat hama ulat tersebut dinas pertanian kabupaten Nagekeo tidak memilikinya. Namun dirinya mengajak kepada petani untuk membeli obat hama virtako di toko obat terdekat.
"Saya minta petani gunakan pestisida virtako itu. Dan kurangi air di bedeng sawah. Jangan terlalu rendam padi dengan air," ujarnya.
