Hama Ulat Serang Tanaman Jagung dan Padi Petani di Adabang, NTT

LARANTUKA - Ratusan hektare tanaman jagung dan padi lahan kering di Desa Adabang, Kecamatan Titihena, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sudah seminggu terakhir ini mengalami kerusakan akibat diserang hama jenis ulat.
Kerusakan ini terlihat pada tanaman jagung terutama jenis jagung varietas hibrida yang mengalami kerusakan pada bagian pucuk daun muda, sehingga berlubang dan membusuk.
Demikian disampaikan oleh salah seorang petani Desa Adabang yang juga Kepala Seksi Pemerintahan Desa Adabang, Primus Belawa Teluma, yang dihubungi florespedia via telepon, Senin (20/1/2020) sore.
Dikatakan Primus Belawa Teluma, serangan hama ulat bulu ini dirasakan oleh petani di Desa Adabang kurang lebih seminggu lamanya. Terkait jenis hama yang menyerang, pihaknya hanya mengetahui jenis hama ulat.
Hama jenis ulat bulu ini berukuran kecil dan berwarna hitam. Hama ini terutama menyerang tanaman jagung varietas hibrida yang ditanam petani, dibandingkan jenis benih jagung lokal seperti jagung pulut.
"Hama ulat bulu ini lebih parah menyerang benih jagung varietas hibrida dibanding benih jagung lokal," jelas Primus Belawa Teluma.
Terkait serangan hama pada jenis tanaman jagung dan padi ini sudah menyerang hampir semua lahan warga yang memang dominan berprofesi sebagai petani.
"Serangan hama ulat bulu ini menyebar. Karena sebagian besar warga kami adalah petani yang saat ini tanam jagung dan padi. Ada yang terserang hama luasan satu hektare dan ada yang lebih," jelas Primus Belawa Teluma.
Dirinya juga menyampaikan akan melaporkan kejadian serangan hama ulat bulu ini kepada Dinas Pertanian Flores Timur sehingga bisa diambil langkah penanganan.
"Kami tidak tahu ini hama apa. Hanya dampaknya sudah merusak. Kalau dibiarkan terus maka petani akan gagal panen di desa kami,"ungkapnya.
Terpisah, Wakil Bupati Flores Timus, Agustinus Payong Boli, kepada florespedia mengungkapkan dirinya sudah memerintahkan Kepala Dinas Pertanian dan tim untuk turun ke Kecamatan Titihena untuk melakukan kegiatan pengendalian hama. Selain di Titihena, kegiatan pengendalian hama tanaman ini juga dilangsungkan di wilayah kecamatan lain yang teridentifikasi terserang hama.
Lanjutnya, jika kejadian serangan hama ini meluas, maka akan dilaporkan ke Bupati untuk dikeluarkan keputusan Bupati terkait "keadaan bencana", sehingga bisa diambil penanganan yang bersifat darurat ataupun antisipasi keadaaan rawan pangan dalam tahun ini.
"Saya sudah perintahkan Kadis Pertanian dan mulai dua hari lalu kadis pertanian dengan tim sudah turun lakukan kegiatan pengendalian hama di Titehena dan lanjut ke kecamatan lain. Jika meluas maka segera di laporkan ke daerah sehingga bupati keluarkan Keputusan Bupati terkait "keadaan bencana" daerah lalu di ambil penanganan yang bersifat darurat seperti cari benih pengganti atau pun antisipasi keadaan rawan pangan," ungkap Wakil Bupati Flores Timur tersebut.
