Ini Kronologi 4 Warga Desa Watu Moning, Sikka, yang Terseret Banjir

MAUMERE-Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sikka, pada Selasa (14/2/2023) menyebabkan terjadi banjir di Desa Watumoning, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka.
Ditemui di Desa Watu Moning, Penjabat Kepala Desa Watu Moning, Robert Eduard Hanas kepada media ini menuturkan pada Selasa (14/2/2023) sekitar pukul 17.00 Wita, bapak Karolus Karang (60 tahun) bersama Halena Hau dan Vinsensia Fani, pulang dari kebun menuju ke tempat kejadian di Kali Praban.
Lanjutnya, dalam perjalanan, Karolus Karang bertemu dengan Markus Mare, Ibu Edel, anak Riel, Bapak Mamun, Ibu Krutang, Odilia Olo, Maria Nona dan anak Novin.
Saat itu mereka berupaya mau menyeberangi Kali Praban yang sedang banjir, karena terjadi hujan lebat mulai pukul 14.00-17.00 Wita.
Upaya penyeberangan mereka menggunakan jembatan kayu darurat yang dibuat oleh warga setempat. Panjang jembatan kayu ini kira-kira 8 meter.
"Upaya penyeberangan dilakukan oleh Markus Mare (korban) satu per satu. Penyeberangan yang terakhir dilakukan oleh korban (Markus Mare) terhadap saudarinya Odilia Olo dan diikuti oleh bapak Karolus Karang," ujarnya.
Ia juga menyampaikan, pada saat penyeberangan arus banjir menghantam jembatan tempat dimana Markus Mare bersama saudarinya menyebrang.
Sehingga korban 4 orang tersebut jatuh dan dibawah arus banjir.
"Informasi itu disampaikan oleh beberapa orang yang menyebrangi kali tersebut," ujarnya.
Lanjutnya, sekitar pukul 18.00 Wita, dilakukan pencarian terhadap korban dan pada pukul 22.00 Wita, ditemukan korban pertama atas nama Odilia Olo dalam keadaan meninggal dunia.
Korban ini ditemukan kira-kira jarak dari lokasi kejadian sampai di lokasi penemuan sekitar 600 meter.
Selanjutnya dilakukan pencarian terhadap korban berikut atas nama Markus Mare, ditemukan pada hari Rabu (15/2/2023) kira-kira pukul 08.00 Wita dalam keadaan meninggal dunia.
Ia juga menuturkan, upaya pencarian selanjutnya masih dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah desa setempat terhadap korban atas nama Novin yang sampai saat ini belum ditemukan.
"Dari ke-4 korban tersebut, korban atas nama Karolus Karang berhasil menyelamatkan diri dengan cara menangkap pohon enau yang tumbuh di pinggir sungai. Korban tersebut mengalami luka memar di sekitar punggung dan pinggang akibat terseret banjir sekitar 200 meter dari tempat kejadian.
Robert Eduard Hanas juga menyampaikan 2 warga yang ditemukan meninggal tersebut, telah dimakamkan pada Rabu (15/2/2013) siang.
