Konten Media Partner

Inovasi Selai dari Bunga Kembang Sepatu oleh Mama Yohana Goan

florespediaverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Yohana Goan, anggota PKK Desa Aibura, peserta pameran produk UMKM, Sabtu(9/4). Foto : Athy Meaq
zoom-in-whitePerbesar
Yohana Goan, anggota PKK Desa Aibura, peserta pameran produk UMKM, Sabtu(9/4). Foto : Athy Meaq

MAUMERE – Selama ini, bunga kembang sepatu dianggap hanya sebagai tanaman hias. Ada sebagian masyarakat yang menggunakan tanaman ini menjadi pagar rumah.

Namun seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, bunga kembang sepatu juga ternyata bisa di jadikan selai yang lezat dan nikmat.

Wanita tua dari Desa Aibura, Yohana Goan (70) anggota PKK Desa Aibura melihat peluang yang begitu besar sehingga ia mulai menekuni usaha selai sejak tahun 1980 diawali dengan membuat selai nenas.

"Saya sebelumnya sudah mulai buat selai nenas pada 1 Januari 1980. Namun usaha saya hanya berlangsung 3 bulan saja,' ungkap ibu Yohana Goan ketika ditemui media ini disela-sela pameran produk UMKM pada kunjungan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat di sanggar Lero Sadang Wolo, Desa Aibura, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu (9/4).

Yohana menyebutkan, dirinya membuat selai nenas karena waktu itu ia sering membantu di sanggar dan menyiapkan roti untuk pater Bolen. Dan ketika ada kunjungan kerja dari istri Gubernur Ben Boy waktu itu dan sempat mencicipi selai nenas buatannya, sehingga istri Gubernur Ben Boy mengajarkan dirinya untuk membuat selai dari bunga kembang sepatu.

Selai Bunga Kembang Sepatu salah satu produk UMKM dari PKK Desa Aibura yang dipamerkan saat kunjungan Kerja Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat di sanggar Lero Sadang Wolon, Desa Aibura, Kecamatan Waigete, Sabtu (9/4). Foto : Athy Meaq

"Dia bilang saya lihat di negara Filipina ada yang buat selai dari bunga kembang sepatu. Dan ketika itu juga dia ajarin saya buat selai dari bunga kembang sepatu. Dan saya buat sampai hari ini," tutur Yohana Goan.

Ia menjelaskan dalam membuat selai bunga kembang sepatu bahan-bahan yang perlu di siapkan adalah bunga kembang sepatu, gula pasir, kayu manis, vanili, agar-agar, natrium bensoat dan sintrunzur.

Hasilnya menunjukan bahwa selai yang telah dibuat mempunyai ciri warna merah cerah, struktur produk lebih encer dan rasanya manis keasaman. Warna merah cerah yang terdapat pada selai disebabkan oleh penambahan sintrunzur namun penambahan ini menyebabkan rasa selai menjadi sedikit asam.

Tekstur selai sangat lunak dan cenderung lebih encer karena ketika diblender bunga sepatu dapat hancur secara sempurna mengingat pada bagian bunga tidak terdapat serat yang keras. Pada proses pemblenderan dilakukan bersamaan dengan agar-agar yang sudah di masak bertujuan supaya agar- agar dapat tercampur secara homogen.

Selama proses pembuatanya dilakukan penambahan gula, kayu manis dan vanili bertujuan untuk menambah cita rasa dan aroma dari selai yang dibuat. Untuk bahan pengawet nya ditambahkan natrium bensoat.

Selai Bunga Kembang Sepatu salah satu produk UMKM dari PKK Desa Aibura yang dipamerkan saat kunjungan Kerja Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat di sanggar Lero Sadang Wolon, Desa Aibura, Kecamatan Waigete, Sabtu (9/4). Foto : Athy Meaq

Untuk itu dengan adanya pembuatan selai dari bunga sepatu ini telah membuka cakrawala kita tentang pengolahan bunga sepatu yang bisa kita ambil manfaatnya.

Ia mengaku hasil pembuatan selai bunga kembang sepatu bukan hanya dicicipi oleh masyarakat lokal, namun menjadi incaran para wisatawan kala mengunjungi sanggar Lero Sadang Wolo.

"Selai bunga kembang sepatu sangat disukai para turis ketika mengunjungi sanggar di Watublapi dan Sea World ," kata Yohana.

Dari ilmu yang dimilikinya, Yohana Goan kemudian kembangkan di kelompok PKK Desa Aibura hingga saat ini.

Kontributor : Athy Meaq