Jaringan Internet Down, Puluhan Warga Kota Lewoleba Padati Pantai Wulen Luo
·waktu baca 2 menit

LEMBATA - Puluhan warga Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata, NTT memadati pantai Wulen Luo di Kota Lewoleba.
Mereka datang untuk mendapat koneksi internet dari pulau Adonara lantaran jaringan internet di daerah itu mengalami gangguan.
"Di rumah kita tidak ada internet, mau sms whatsapp, video call juga tidak bisa," ungkap Roy warga Kota Lewoleba kepada media, Senin (10/1) di pantai Wulen Luo.
Roy katakan, akses internet di daerah Lembata mengalami gangguan sejak Sabtu 8 Januari 2022 dini hari dan itu membuat banyak warga alami kendala komunikasi.
Elis Atagoran juga menuturkan hal yang sama. Pasalnya, sejak jaringan internet telkomsel bermasalah bisnis onlinenya pun ikut terhambat.
"Saya biasa promosi produk di facebook, whatsapp tapi sudah tiga hari terpaksa offline dulu," katanya, Senin (10/1).
Hal yang sama dikeluhkan Dedi Ricat, mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia (STTBI) Jakarta.
Dijelaskannya, sejak jaringan internet down, membuat aktifitas kegiatan kuliahnya berantakan.
Bahkan, lanjutnya, ia rela membawa laptopnya ke pantai Wulen Luo agar bisa mengikuti kuliah secara online.
"Dosen di Jakarta tidak mau tahu soal alasan jaringan, yang penting harus kuliah," ujar mahasiswa semester delapan ini.
Koordinator Telkomsel Wilayah Lembata, Agustinus D Making mengatakan, gangguan koneksi internet itu terjadi sejak Sabtu 8 Januari 2022 dini hari sehingga menyebabkan jaringan Telkomsel dan Indihome Telkom down.
Hal itu kata Agustinus, terjadi karena putusnya fiber optik bawah laut sebagai interkoneksi Larantuka ke Lembata.
"Sekitar 100 kilometer dari pulau Lembata," ungkap Agustinus kepada media, Minggu (9/1) malam.
Untuk memastikan agar jaringan internet benar-benar bisa kembali normal harus membutuhkan waktu kurang lebih 3-4 hari kedepan.
"Untuk perbaikan sampai benar-benar kembali normal menunggu kapal dari Surabaya yang sudah bertolak sejak kemarin," ujarnya.
Untuk mengatasi hal ini, pihaknya menggunakan radio seragon Telkom guna membackup jaringan internet bagi para pengguna.
"Solusi untuk sementara kita cutover lewat udara melalui radio seragon Telkom tapi tidak bisa mengcover seluruh wilayah karena kapasitas radionya 400 Mbps," tandasnya.
