News
·
14 Oktober 2021 19:06
·
waktu baca 2 menit

Jembatan Tambatan Perahu Rusak, Nelayan di Nangahale, Sikka Kesulitan Berlabuh

Konten ini diproduksi oleh florespedia
Jembatan Tambatan Perahu Rusak, Nelayan di Nangahale, Sikka Kesulitan Berlabuh (605115)
searchPerbesar
Kondisi Jembatan Tambatan Perahu (JTP) Nangahale yang rusak parah. Foto : Istimewa
MAUMERE - Sejumlah nelayan dan pemilik perahu motor yang sering mengangkut penumpang dan barang dari Nangahale menuju Kojadoi, Dambila dan Perumaan di Nangahale mengeluh karena sulitnya tempat sandaran perahu motor.
ADVERTISEMENT
Pasalnya, sebuah Jembatan Tambatan Perahu (JTP) yang dibangun pada tahun 2010 silam di wilayah itu yang bersumber dana Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Laut guna mendukung akses transportasi laut di wilayah laut saat ini mengalami rusak berat.
Juanda (50), seorang pemilik perahu motor yang sering mengangkut penumpang dan barang dari Nangahale menuju Kojadoi, Dambila dan Perumaan mengatakan, JTP Nangahale sudah mengalami kerusakan sejak tahun 2015 lalu.
Kerusakan itupun luput dari perhatian pemerintah sehingga tingkat kerusakan semakin parah dan sulit disandari oleh perahu motor nelayan maupun kapal motor penumpang di wilayah itu.
"Dermaga ini sudah tidak ada guna lagi karena perahu motor tidak bisa sandar lagi. Apalagi kalau musim barat atau tenggara. Selama ini kami lebih banyak berlabuh di laut," kata Juanda yang dibenarkan nelayan lainnya.
ADVERTISEMENT
Pantauan media ini, Kamis (14/10) siang, JTP Nangahale ambruk di beberapa bagian. Selain itu dibagian tengah, JTP terlihat jebol, diduga karena dilalui kendaraan yang berbeban berat. Kondisi itu sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan roda 4 atau lebih.
Selain kerusakan JTP, terjadi pendangkalan di sekitar JTP. Baik di sisi bagian kiri dan kanan serta bagian depan JTP Nangahale penuh dengan material pasir, batu dan sampah. Terutama saat air laut surut, bagian depan JTP kering karena tertimbun material.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Solahudin (42), seorang nelayan tangkap mengatakan bahwa setiap hari selalu membeli es batu di pabrik es Nangahale. Kondisi itu terpaksa menggunakan perahu kecil untuk angkut es batu dari pantai ke kapal.
"Kalau air pasang, kami pakai titian bisa langsung kasih naik ke kapal. Tapi kalau air surut, kami harus angkut dengan perahu dari pantai ke kapal," kata Solahudin.
ADVERTISEMENT
Nelayan Nangahale berharap agar pemerintah memperhatikan JTP Nangahale agar melakukan perbaikan karena JTP tersebut merupakan satu-satunya sarana pendukung akses transportasi menuju pulau Kojadoi, Pulau Besar, Pulau Dambila dan Pulau Perumaan.
Ketua Fraksi NasDem, Aleksander Agato Hasulie mengatakan pemerintah segera meningkatkan status JTP Nangahale menjadi Pelabuhan Rakyat (Pelra).
Mengingat Pelra Wuring selama ini sudah tidak mampu menampung kapal - kapal barang yang membawa sembako dari Makasar, Jeneponto dan Selayar Sulawesi dan dari Pulau Jawa.
"Pemerintah sudah saatnya, perjuangkan agar JTP Nangahale agar dinaikkan statusnya menjadi Pelra. Mengingat Pelra Wuring sudah padat sekali," kata Agato.
Kontributor : Athy Meaq
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020