Konten Media Partner

KBM Tatap Muka Terbatas di 3 Kecamatan di Sikka Dihentikan

florespediaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemeriksaan rapid antigen pelajar di Seminari BSB Maumere oleh Satgas COVID-19 Sikka beberapa waktu lalu. Foto: istimewa.
zoom-in-whitePerbesar
Pemeriksaan rapid antigen pelajar di Seminari BSB Maumere oleh Satgas COVID-19 Sikka beberapa waktu lalu. Foto: istimewa.

MAUMERE - Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka memberhentikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tatap Muka Terbatas di 3 kecamatan di Kabupaten Sikka.

Pemberhentian KBM Tatap Muka Terbatas tersebut menyusul adanya peningkatan jumlah kasus COVID-19 klaster pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Mayela da Cunha melalui Surat Pemberitahuan dengan Nomor PKO.421.2/23/IV/2021 yang ditujukan kepada para Kepala TK/RA/PAUD/SD/MI/SMP/MTs se-Kecamatan Alok, Alok Barat dan Alok Timur bahwa penghentian KBM Tatap Muka Terbatas terhitung sejak tanggal 3 Mei hingga 8 Mei 2021.

Kegiatan KBM Tatap Muka Terbatas akan dilanjutkan lagi pada tanggal 10 Mei 2021.

Dalam surat tersebut, Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka menegaskan bahwa selama penghentian KBM, masing-masing satuan pendidikan dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar melalui daring atau pemberian tugas.

Sebelumnya diberitakan bahwa sebanyak 9 pelajar SMAK Jhon Paul Maumere yang tinggal di Asrama terpapar COVID-19.

Ke 9 pelajar SMAK Jhon Paul tersebut kemudian di karantina di lokasi karantina di belakang Roxy Swalayan Maumere.

Beberapa hari kemudian, 172 pelajar dan 8 orang guru di Seminari Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere juga dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan Rapid Antigen.

Pihak Seminari Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere kemudian memutuskan untuk melakukan karantina di lingkungan sekolah.

Selain itu, 2 pelajar SDI Wairklau juga dinyatakan terpapar COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan Rapid Antigen.

Kontributor : Albert Aquinaldo