Keindahan Pantai Koka dan Misteri 2 Kuburan Sakral
·waktu baca 4 menit

MAUMERE - Flores Nusa Bunga memiliki sumber daya alam yang indah dan memiliki keunikan dan daya pikat masing-masing. Tidak heran saat ini Flores menjadi incaran para petualang wisata.
Selain Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat telah melabeli Pulau Komodo di Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium, namun masih banyak destinasi wisata yang tidak kalah indahnya.
Sebuah destinasi wisata bahari, di pantai Selatan Kabupaten Sikka, yakni Pantai Koka di Desa Wolowiro, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur adalah surganya wisatawan.
Tidak banyak orang mengetahui, dibalik keindahan Pantai Koka, juga menyimpan sejuta misteri dan nilai history dengan keberadaan dua kuburan yang disakralkan oleh penduduk setempat.
Konon ceritanya seorang musyafir dari Saumlaki Maluku bernama Laki, berlabuh dan mendiami pertama pantai itu, yang kemudian menamainya dengan nama pantai koka.
Kristoforus yang adalah cicit dari Laki, dalam penuturannya kepada media ini Minggu (20/3/2022) bahwa kakeknya adalah musyafir yang mencari tempat yang baik, untuk mengembangkan turunannya.
"Ceritanya, kakek saya adalah musyafir yang mencari tanah yang baik untuk beranak cucu. saya adalah turunan langsung," kata Kristoforus.
Singkat cerita sang musyafir itu sebelum meninggal berpesan kepada anak cucunya, agar kelak kalau meninggal agar jasadnya dikuburkan di atas bukit di tepi pantai itu.
Saat ini kuburan Laki, sang musyafir dari Saumlaki, Maluku itu berada di atas bukit berbatu dengan ketinggian lebih dari 100 meter dan jarang orang menjangkaunya.
"Kalau ada yang mau naik di atas bukit itu untuk melihat kuburan harus melalui sebuah ritual dan dipandu oleh Mosalaki (tokoh adat) setempat," kata Kristoforus.
Blasius Woda (48) seora
ng pelaku wisata yang memiliki 5 unit home stay, restauran dan cafe di pantai Koka, mengakui sudah beberapa kali mengunjungi kuburan keramat itu.
Blasius menjelaskan terdapat dua bukit batu di Pantai Koka. Satu bukit yang letaknya di laut, terdapat sebuah kubur batu mendiang Laki yang pertama mendiami pantai Koka.
Sedangkan di kali bukit lainnya, terdapat makam Radi Laki, yang adalah putra dari Laki. Kuburan Rado Laki, terpampang sebuah tulisan "Rate Embu Mamo".
"Kalau di atas bukit yang tinggi itu ada kuburan bapaknya. Sedangkan di bukit sebelahnya yang saat ini terpisah laut, adalah kuburan anaknya," kata Blasius Woda.
Dibalik semua itu terdapat hamparan pasir putih halus yang indah yang diapiti oleh dua bukit yang disakralkan oleh penduduk setempat.
Hamparan pasir putih yang luas melengkung membentuk angka 3 itu berbalut, air laut yang jernih berwarna biru toska serta tebing-tebing yang eksotik dan menakjubkan.
Jarak tempuh ke Pantai Koka dari Kota Maumere, 48 kilometer. Apabila pengunjung mengunakan kendaraan bermotor roda dua atau lebih dapat ditempuh dalam waktu 1 jam perjalanan.
Jika pengunjung sudah memasuki Desa Wolowiro, terdapat sebuah plang di sisi sebelah kiri jalan kalau dari Maumere, bertuliskan “Destinasi Wisata Pantai Koka”.
Menyusuri jalan beraspal yang sudah termakan usia itu sejauh kurang lebih 2,5 kilometer, harus ekstra hati- hati karena terdapat jalan berlubang dan batu lepas serta licin di musim hujan.
Dalam jarak kurang lebih 50 meter dari Pantai Koka, terdapat sebuah pos kecil dan disitu terdapat penjaga keamanan pantai koka dan harus membayar Rp 10.000.- untuk kendaraan roda 2 dan Rp 20.000.- untuk kendaraan roda 4 atau lebih.
Setelah menempuh perjalanan panjang, rasa lelah akan terbayarkan, saat menginjakkan kaki di atas pasir Pantai Koka dan mata dimanjakan dengan pemandangan yang indah.
Konon nama pantai ini berdasarkan cerita penduduk setempat diambil dari nama burung yang kala itu banyak dijumpai di Pantai itu.
Pemilik home stay yang ramah, pemandangan yang indah, hembusan angin pantai yang sejuk, membuat setiap pengunjung enggan untuk beranjak.
Terdapat sebuah cafe milik Blasius Woda, dengan aneka masakan yang gurih dan lezat. Diantaranya, ikan kua asam, ikan bakar, serta masakan lainnya sesuai selera pemesan.
Kontributor : Athy Meaq
